Home Kesehatan Ringankan Biaya Bayi Tabung dengan Kemajuan Industri Perbankan

Ringankan Biaya Bayi Tabung dengan Kemajuan Industri Perbankan

122

Majalahayah.com, Jakarta – Kebutuhan terhadap layanan reproduksi dengan layanan aktual, faktanya masih terjadi kesenjangan di balik pembangunan generasi sehat yang sudah menunjukkan kemajuannya di Indonesia. Disampaikan oleh dr. Beeleonie, SpOG(K) mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kurangnya tenaga ahli dan kebutuhan biaya yang sangat tinggi.

Ia mengatakan bahwa upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan pasien, akses pasien, advokasi pemerintah, kualitas pelayanan klinik bayi tabung serta laboratorium dengan teknologi terdepan merupakan langkah-langkah penting dalam penanganan gangguan kesuburan di Indonesia.

“Untuk itu dalam menutupi kesenjangan kita sudah berusaha memajukan penanganan masalah gangguan kesuburan dengan cara kerja sama dengan pihak luar seperti produsen farmasi dan alat kesehatan agar lebih banyak menekan biaya pelayanan sehingga tarif kompetitif dapat dilakukan secara efektif,” ujar Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) saat ditemui pada acara ‘Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia’ di Jakarta (18/12/2018).

Meskipun peralatan medis yang dibutuhkan dalam tindakan pelayanan bayi tabung tidak dikatakan terjangkau, ia tambahkan dengan memanfaatkan kemajuan industri perbankan yang tersedia, pembiayaan pelayanan dapat dikelola agar memudahkan pasien.

“Kita bisa lihat negara Jepang sebagai contoh. Selain masyarakatnya yang peduli terhadap kesehatan reproduksi, pelayanan tersebutpun telah dijamin oleh jaminan kesehatan. Hal ini akan membuka akses yang sangat luas terhadap masyarakat mendapatkan pelayanan bayi tabung,” jelasnya.

Mendirikan pusat fretilitas, Budi tuturkan ada beberapa hal yang wajib dipenuhi oleh rumah sakit maupun klinik. Selain harus memiliki teknologi dan fasilitas yang lengkap, pusat fretilitas diwajibkan untuk memiliki tim medis yang berkompeten.

“Ya harus berkompeten di bidangnya seperti dokter umum, gynecologist, perawat, embryologist, Dan counselor. Dalam era kedokteran persis di bidang reproduksi riset selalu dibutuhkan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia tegaskan pelayanan bayi tabung sangat bergantung pada orang-orang yang bekerja dibelakangnya dalam hal dokter dan embryologist.

“Indonesia harusnya harus berbangga, karena saat ini telah memiliki pakar-pakar di kedua bidang tersebut. Sehingga pelayanan berkualitas dan berbasis bukti ilmiah pasti dapat kita wujudkan,” tutupnya.