Majalahayah.com, Jakarta – Hasil buruk yang di alami timnas Indonesia di ajang piala AFF 2018 usai takluk dari Singapura 0-1, jumat (09/11/18) menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk legenda timnas era 70an Risdianto.

Risdianto mengkritik gaya permainan timnas yang di tangangani Bima Sakti dan membandingkan dengan gaya permainan timnas semasih ditangani oleh pelatih asal sepanyol Luis Mila.

“Berbeda dengan saat masih dipegang Milla, terutama kecepatan saat memegang bola. Saat dulu dilatih Milla, alur bolanya bergerak cepat. Tapi, kalau menyalahkan pelatihnya juga salah. Penunjukannya kenapa yang itu (Bima Sakti),” kata Risdianto.

Risdianto tidak sepenuhnya menyalahkan pelatih dan tim tapi justru mengkritik PSSI yang salah mengambil keputusan dengan membebani pelatih yang belum punya pengalaman di level piala AFF.

“Mungkin pelatihnya baru, kasihan pelatihnya. Kita membebani pelatih baru untuk pertandingan sebesar ini, tentu tidak tepat. Kalau saya mengomentari timnya, saya kasihan pelatihnya,” imbuh mantan pemain Persija Jakarta itu.

“Dia pelatih muda dan langsung mendapat tekanan. Kesalahan ada di pihak yang menunjuk, dalam artian PSSI. Ini ada masalah sepertinya. Saya tidak mau menyalahkan individu atau tim, semua orang bisa lihat. Tapi, kesalahan ada pada PSSI,” tegas Risdianto.

Menurut Risdianto ini semua sudah terlanjur meskipun ingin di ganti itu hanya akan memperburuk keadaan.

“Sekarang tidak ada jalan lain, jajaran pelatih harus itu karena sudah didaftarkan. Kalau berubah lagi, malah jadi aneh. Mau tidak mau, pelatih Timnas Indonesia harus tetap Bima Sakti. Sedangkan, Bima Sakti itu saat itu bukan melamar, melainkan ditunjuk PSSI,” ujar pria kelahiran Pasuruan itu. Di lansir dari Bola.com

Risdianto juga  mempertanyakan keputusan PSSI yang menunjuk Bima Sakti sebagai kepala pelatih timnas Indonesia. Di sisi lain Bima Sakti juga belum punya pengalaman menangani tim di level senior.