Punya Banyak Mainan Kurangi Kreativitas Anak

Punya Banyak Mainan Kurangi Kreativitas Anak

46
SHARE
ilustrasi pertumbuhan anak. Foto : 1health.id

Majalahayah.com, Jakarta – Pada dasanya dunia anak memang dipenuhi dengan bermain, tetapi terlalu banyak memiliki mainan justru berdampak buruk pada kreativitas anak. Mereka yang memiliki banyak mainan akan mudah teralihkan atau kurang fokus serta tidak menikmati waktu main yang berkualitas.

Kesimpulan itu dihasilkan dari penelitian tim Universitas Toledo, Ohio, Amerika Serikat, yang melibatkan 36 anak balita. Para balita itu diajak main di ruangan bermain selama 30 menit dengan hanya 4 mainan atau 16 mainan.

Ternyata, anak balita menjadi lebih kreatif saat mereka hanya punya beberapa mainan untuk dimainkan. Mereka juga akan memainkan setiap mainan itu dua kali lebih lama dan lebih mengeksplorasi permainannya.

Baca juga :   Nasehat Lucu dalam Berumah Tangga, Tapi Menohok

Tim peneliti menyarankan agar orangtua, guru, atau pengasuh di tempat penitipan anak mengurangi jumlah mainan dan merotasi mainannya secara berkala. Tujuannya agar anak lebih kreatif dan meningkatkan rentang fokusnya.

“Jumlah mainan anak berpengaruh pada kualitas permainan mereka. Mainan yang terlalu banyak justru mengganggu durasi dan kedalaman permainan,” kata ketua peneliti, Dr Carly Dauch, dalam jurnal Infant Behaviour and Development Dilansir dari Telegraph.co.uk.

Ini bukan penelitian pertama yang menyodorkan bukti efek negatif kebanyakan mainan pada anak. Pada 1990-an, peneliti dari Jerman juga menunjukkan bahwa anak yang memiliki sedikit mainan justru lebih kreatif dan lebih sosial.

Baca juga :   Peran-peran Utama Seorang Pemimpin Keluarga

“Anak akan belajar menghargai mainan yang ada di depannya dibandingkan dengan ada banyak pilihan mainan,” kata penulis buku ClutterFree with Kids, Joshua Becker.

Ia mengatakan, anak yang punya banyak mainan secara alami akan kurang peduli dan merawat mainannya. “Mereka tak akan belajar menghargainya jika selalu ada pengganti mainan lain,” ujarnya.

Mainan yang terbatas justru membuat anak kreatif dan mampu menyelesaikan masalah dengan material yang terbatas.