Public Figur Kunjungi Audrey, Kak Seto : Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Public Figur Kunjungi Audrey, Kak Seto : Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

125
0
SHARE

Majalahayah.com, Kedatangan artis dan beberapa Youtubers Indonesia dengan niat menghibur korban kekerasan dan penganiayaan, Audrey, dianggap Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi sebagai hal yang kurang tepat.

Menurutnya, segala pujian dan umpatan di media sosial bisa membahayakan jiwa korban, terutama terhadap tekanan psikologis. “Mungkin niatnya baik dan korban suka didatangi artis, namun jangan sampai jadi senjata makan tuan, bukan saja yang ingin berniat baik, tetapi permasalahan korban, termasuk para tersangka beban psikisnya sangat berat, terguncang jiwanya dan akan lebih sulit kita membenahi kejiwaan dari korban dan para pelaku,” kata Kak Seto mengutip dari Okezone, Kamis (11/4/2019).

Terhadap keluarga korban, Kak Seto berpesan agar lebih mementingkan masa depan si anak. Untuk itu, segala kepentingan di media sosial harus dikesampingkan.

“Keluarga harus paham bahwa ini demi kepentingan sang anak, untuk menjauhi anak dari HP dan media sosial,” katanya lagi.

Kak Seto juga memohon kepada semua pihak untuk dapat memberikan ruang kepada korban dan para pelaku. “Kita kasih kesempatan korban dan para pelaku membenahi psikologi mereka. Korban dan para pelaku harusnya dijauhkan dari HP sehingga tidak mudah terpapar dengan pemberitaan di media sosial, tentu akan menghambat proses penyembuhan mental,” ujarnya.

Ia juga menekankan, bahwa sudah sewajarnya anak di bawah umur dilindungi undang-undang yang berlaku. “Kita junjung tinggi hak anak, sehingga mohon kepada para netizen bijak menerima hasil dari pihak kepolisian serta dokter yang profesional, dan diikuti pula hasil laboratorium. Saya memberikan apresiasi kepada mereka yang tetap mencoba mengusut kasus dengan objektif dan profesional,” ujarnya.

Terkait kasus ini, Kak Seto berupaya agar sistem peradilan kepada anak akan ditetapkan, dan bisa dimungkinkan adanya diversi. “Bahwa sanksi juga harus diberikan, namun dengan pembelajaran yang tepat. sehingga tidak mendatangi korban penganiayaan 12 siswa SMA di salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Pontianak,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY