Air Minum (Dok : Google)

Majalahayah.com, Jakarta – Destilasi adalah pemisahan suatu zat yang ada dalam campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Cara ini digunakan untuk memisahkan molekul air murni dari kontaminan yang titik didihnya lebih tinggi dari air atau memisahkan air tawar dari air laut.

Mengutip dari buku “Pro-Kontra Aneka Minuman Bagi Kesehatan”, berdasarkan peralatan yang digunakan ada 2 macam destilasi, yaitu destilasi kering dan basah. Namun hasil yang lebih efektif bisa didapatkan dari destilasi kering.

Pro Destilasi

Dengan asumsi bahwa tubuh memerlukan mineral dari makanan dan bukan dari air, maka mineral dari air harus dihilangkan. Dr. Charles Mayo, dari Mayo Clinic menyatakan bahwa tubuh manusia tidak membutuhkan mineral anorganik dari air. Karena mineral yang dapat diabsorbsi oleh tubuh manusia adalah mineral organik yang biasa terdapat dalam makanan yang berasal dari sayur, buah, maupun daging.

Paul C.N.Dm Phd., dalam buku “The Shocking Truth About Water”, mengatakan mineral bukan organik yang terdapat dalam air bila masuk ke dalam tubuh akan mengendap karena tidak dapat diserap tubuh. Kerusakan terbesar pada organ-organ tubuh disebabkan oleh mineral anorganik yang bercampur dengan lemak dan garam di dalam darah. Campuran ini dapat menyumbat pembuluh darah ke organ-organ tersebut sehingga menghambat aliran darah dan merusak fungsi organ tersebut.

Destilasi ini mampu membuat air bebas mineral organik tersebut dan bebas bakteri, walaupun tidak bisa menghilangkan klorin atau VOC yang titik didihnya di bawah air.

Kontra Air Destilasi

Beberapa pihak menganggap air destilasi berbahaya. Akibatnya dapat terjadi penyimpangan detak jantung dan tekanan darah tinggi.

Jika air destilasi berkontak dengan udara, ia akan menyerap karbondioksida sehingga rasanya menjadi sangat asam. Hal tersebut membuat keasaman tubuh kita juga meningkat jika meminumnya. Meningkatnya konsumsi air destilasi menyebabkan meningkatnya penyakit kardiovaskuler.

Sel, jaringan dan organ tidak suka akan dicelupkan ke dalam asam. Sebagai upaya tubuh untuk menetralisir keasaman yang terlalu tinggi tubuh bisa melepaskan mineral dari tulang dan manufaktur bikarbonat dalam darah. Selain bisa mengasamkan tubuh, air destilasi memperbesar potensi tubuh mengalami kekurangan mineral. Tak hanya itu, air destilasi juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dan membuat peminumnya mudah kelelahan.