Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In (Foto: Scmp)

Majalahayah.com, Saat China berjanji untuk melakukan denuklirisasi, Presiden Moon Jae-in mengatakan bahwa Korea Selatan tidak akan mentolerir Korea Utara sebagai negara nuklir.

Serangkaian tes senjata oleh Pyongyang yang semakin sengit, antara Donald Trump dan Kim Jong-Un dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran konflik bersenjata.

Moon mengatakan pada parlemen, dilansir dari Reuters, bahwa tidak ada tindakan militer di Semenanjung Korea tanpa persetujuan dari Korea Selatan. Ia juga manambahkan, bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk perdamaian di Semenanjung tersebut.

“Menurut deklarasi denuklirisasi bersama yang dibuat oleh Korea Utara dan Selatan, kita tidak dapat mentolerir atau mengakui Korea Utara sebagai negara nuklir. Kami juga, tidak akan mengembangkan nuklir (senjata) atau memilikinya,” kata Moon.

Presiden Korea Selatan itu melanjutkan bahwa “Pemerintah kita diluncurkan pada saat yang paling serius dalam hal keamanan. Pemerintah sedang berupaya untuk mengatur situasi yang dihadapinya sekaligus untuk mewujudkan perdamaian di semenanjung Korea”.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan Beijing dan Seoul akan terus menggunakan cara diplomatik untuk menangani masalah semenanjung Korea.

Ucapan Moon dan pernyataan China datang sehari setelah China dan Korea Selatan sepakat untuk menormalkan hubungan untuk mengakhiri kebuntuan selama setahun karena sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) AS.