Presiden baru Myanmar, Win Myint. (Foto: mmtimes)

Majalahayah.com, Parlemen Myanmar pada Rabu memilih sekutu dekat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi sebagai presiden baru negara tersebut.

Win Myint, yang seminggu yang lalu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua majelis rendah, dipilih oleh kedua majelis parlemen sebagai pimpin yang baru.
 
Presiden yang keluar, Htin Kyaw, yang juga dekat dengan Suu Kyi, pensiun untuk beristirahat dari tugas dan tanggung jawabnya saat ini.

Anggota parlemen dan analis, dilansir dari Reuters mengtakan, pemilihan Win Myint yang berusia 66 tahun, yang merupakan anggota NLD seumur hidup, kemungkinan berarti kelanjutan dominasi Suu Kyi atas eksekutif.

Win Myint memenangkan pemilihan dengan 403 suara dari 636 yang dicetak oleh anggota parlemen. Ketua parlemen tidak mengatakan kapan Win Myint akan dilantik, meskipun upacara itu diperkirakan akan berlangsung pada hari Kamis.
“Tidak akan ada perubahan kebijakan. Kebijakan itu akan berlanjut seperti sebelumnya di bawah mantan presiden,” kata Kyaw Tote, seorang anggota parlemen dari NLD.

Presiden adalah kepala negara dan pemerintahan di Myanmar, dan di bawah konstitusi memiliki kekuatan yang jauh jangkauannya. Namun, peran Htin Kyaw lebih bersifat seremonial karena Suu Kyi telah menjadi pemimpin de facto Myanmar sejak April 2016.