PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 15 Juni

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 15 Juni

196
SHARE
Foto : Kantor PP Muhammadiyah Pusat, Jakarta. Sumber www.hidayatulloh.com

Majalahayah.com, Jakarta – Meski pemerintah belum memutuskan penetapan 1 Syawal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah ternyata sudah mengeluarkan maklumat, 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat (15/06/2018).

Penetapan Idul Fitri 2018 itu merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, Ijtimak jelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis (14/06/2018), pukul 02:45:53 WIB.

Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ LS dan l= 110°21¢BT)= +07°35’20” yang berarti hilal sudah wujud.

Dalam menentukan Idul Fitri, 1 Ramadan hingga Idul Adha, Muhammadiyah menggunakan metode dengan perhitungan ilmu astronomi atau falak. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah merupakan lembaga dalam Muhammadiyah yang membidangi perhitungan astronomi penanggalan hari besar keagamaan Islam.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, telah menyiapkan 92 titik yang tersebar di 31 Kecamatan untuk kegiatan sholat ied baik di lapangan, jalan dan halaman masjid.

Baca juga :   AS Keluar dari Badan Warisan PBB

Dari 92 titik tersebut beberapa diantaranya di Jalan Pahlawan Khotib Prof. Dr. H. Syarif Imam Hidayat, Lapangan Gelora 10 Nopember dengan khotib Drs. KH Dawam Sholeh (Pengasuh Pesantren Al – Islah Karang Asem/Majelis Tarjih PDM Lamongan).

Ada juga Lapangan Hokky dengan khotib Drs Rahmat Sholahuddin, Dosen Pasca Sarjana Umsida, serta Lapangan olahraga Bangunsari dengan khotib Drs Ach. Basuki MA, Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Surabaya.

“Hari Jumat pelaksanaan Idul Fitri, kami mengajak warga Surabaya untuk berbondong-bondong bersama keluarga mengikuti pelaksanaan salat. Sekalian juga kami himbau karena Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, maka pelaksanaan Salat Jumat tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, ” ujar Dr. H. Mahsun Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

Baca juga :   Gedung ini Digadang-Gadang Akan Menjadi Bangunan Tertinggi yang Baru di Dunia

Memaknai Idul Fitri, kata dia, hendaknya umat Islam tetap menjaga keutamaan bulan pada bulan puasa, seperti komitmen keislaman dalam menegakkan ajaran Islam secara keseluruhan dan sebenar-benarnya.

“Ibadah yang dilakukan selama ini dalam rangka lebih peduli dan lebih peka pada nilai-nilai keagamaan, di antaranya merasa terusik dan terpanggil bila ada yang menodai ajaran Islam.  Di bulan Ramadan ini menjadi ruang pendidikan memahami Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam yang sejuk, Islam yang damai. Islam yang merangkul dan bukan memukul. Islam yang bukan Teroris,” kata Ketua Karang Taruna Kota Surabaya tersebut.

Selain itu, lanjut dia, komitmen sosial dan komitmen kebangsaan di dalam bulan puasa juga melatih kepekaan sosial. “Artinya umat Islam harus tolong menolong, serta memberikan pendidikan layak bagi fakir miskin dan yatim-piatu,” pungkasnya.