PP Muhammadiyah Harap Setiap Pihak Hentikan Politisasi Mudik

PP Muhammadiyah Harap Setiap Pihak Hentikan Politisasi Mudik

90
SHARE
Mudik

Majalahayah.com, Jakarta – Terkait ramainya atribut pilpres di jalur mudik lebaran tahun ini, seperti ada spanduk ‘jalan tol Jokowi’ hingga gerakan klakson 3x bagi yang 2019 ingin ganti presiden. Kondisi ini potensial dapat menimbulkan ketegangan baru selama mudik berlangsung menjelang Hari yang Fitri nanti.

Karena itu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berharap semua pihak bisa menahan diri. Terutama menjelang hari suci yang patut dirayakan secara khidmat.

“Sebaiknya semua pihak bisa menahan diri dan menggunakan akal sehat. Momentum mudik sejatinya untuk membangun silaturrahim dan keguyuban bangsa,” ujar Wakil Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Maneger Nasution kepada awak media, Selasa (12/6/2018).

Baca juga :   Yudi Latif Tegaskan Praktek Korupsi Bertentangan dengan Lima Sila Pancasila

Dirinya juga berharap pemerintahan Jokowi dan pendukungnya sebaiknya jangan menyalahgunakan kewenangan dengan mempolitisasi mudik untuk politik pencitraan. Mudik baginya adalah tradisi bangsa yang tidak boleh dikapitalisasi untuk kepentingan politik pencitraan.

“Pemerintahan Jokowi punya mandat menghentikan kecenderungan potensi politisasi tersebut guna menghindari terjadinya ketegangan sosial di momentum mudik,” ucapnya.

Selain itu kepada kelompok yang ingin mengganti presiden 2019, meskipun itu adalah hak konstitusional warga negara. Tetapi sebaiknya memilih cara yang elegan dan konstitusional.

Baca juga :   Tangkal Radikalisme di Sekolah, Ini Empat Catatan Penting dan Lima Rekomendasi FSGI

“Jangan mempolitisasi mudik untuk kepentingan politik jangka pendek,” sambung mantan Komisioner Komnas HAM tersebut.

Dirinya pun berharap kepada masyarat pemudik jangan terprovokasi. Gunakan akal sehat.

“Jangan main hakim sendiri. Utamakan dialog menyelesaikan masalah,” pungkasnya.