Majalahayah.com, Jakarta – Memotret planet asing di luar Bumi sangat sulit. Para astronom mencoba mengawalinya dengan meluncurkan kamera balon yang akan terbang di atmosfer Bumi.

Melansir Space, Selasa (2/2/2020), adalah Christopher Mendillo, seorang astronom di University of Massachussets Lowel dan timnya telah menangani proyek Picture-C, yang melakukan uji terbang pertama pada September 2019 lalu.

Penerbangan tersebut tidak akan pernah menangkap gambar sebuah ekspolanet. Akan tetapi, setidaknya itu dapat membuka jalan di masa depan untuk bisa melakukannya.

Mendillo mengungkapkan keberhasilan dan tantangan uji penerbangan pada awal bulan ini, di pertemuan 235th Americam Astronomical Society di Honolulu.

“Kami dapat menunjukkan semua yang ingin kami tunjukkan. Kami memenuhi semua kriteria kesuksesan kami, dengan penerbangan yang hebat,” ujar Mendillo.

Hingga saat ini, para ilmuwan belum pernah melihat sebagian besar dari 4.000 ekspolanet yang pernah ditemukan. Dunia ini hanya melewati bayang-bayang yang tidak terlihat dari bintang-bintang itu.

Pencitraan langsung dari suatu planet sangat sulit, karena benda-benda ini jauh lebih redup, tetapi sangat dekat dengan bintang mereka.

Mendillo berharap ada sistem pencitraan seperti Picture-C yang dapat dilakukan di masa yang akan datang.

Intrumen tersebut, kata Mendillo, harus mampu menghubungkan sangat tepat ke bintang tertentu, mengunjungi kembali setelah mempelajari target lain dan mengungkapkan sebuah planet melalui beberapa atmosfer Bumi.

“Kami tahu kami bisa melakukannya dari luar angkasa dan apa yang bisa dilakukan di Bumi. Kami berpikir, bahwa kami dapat melakukan sains yang benar-benar menarik dari balon, tetapi kami tidak yakin,” ungkap Mendillo.

Mendillo pertama kali bekerja pada dua proyek serupa dengan meluncurkan roket yang tidak mencapai orbit.

Akan tetapi penerbangan itu hanya dapat bekerja selama beberapa menir dan tidak cukup lama mencitrakan gambar dari luar angkasa.

Tim kemudian beralih ke balon yang mengembang 400 kaki atau sekitar 122 meter dan membutuhkan 3 jam untuk mencapai ketinggian sekitar 127.000 kaki.

Peluncuran dilakukan di New Mexico saat musim panas. Cuaca menjadi kendala bagi balon untuk terbang menuju lapisan atmosfer Bumi.

Mendillo mengungkapkan penerbangan pertama Picture-C berjalan lancar dan kamera pada balon ini dapat menangkap beberapa gambar menakjubkan, salah satunya gambar meteor.

Untuk penerbangann selanjutnya, para peneliti ini akan menyalakan sistem yang mereka terbangkan dan mengujinya tanpa terhubung.

Sistem ini nantinya akan memblokir cahaya bintang dan meningkatkan gambar yang ditangkap oleh teleskop.

Para ilmuwan juga menemukan satu masalah utama yang harus diperbaiki, yakni getaran yang mengganggu pengumpulan data.

Picture-C membutuhkan durasi yang cukup untuk dapat menemukan fitur-fitur seperti sabuk asteorid, cincin debu dan mungkin planet yang sangat terang.

Tim ini memiliki setengah lusin daftar benda- benda langit terdekat yang akan diamati.

“Tidak ada yang benar-benar bisa mengambil foto cincin debu atau planet ini sebelumnya. Jadi, itulah tujuannya (Picture-C diluncurkan),” sambung Mendillo.

Picture-C dan penggantinya tidak bisa hanya mengisi waktu sebelum pencitraan langsung di luar angkasa. Akan tetapi, instrumen ini juga dapat digunakan oleh peneliti untuk mempersiapkan ekspedisi itu.