Majalahayah.com, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris menengarai ada motif tertentu dari sikap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang kerap mensosialisasikan konsep “proxy war”.

Hal itu dinilainya dari sikap Gatot yang kerap memaparkan pidato yang berisi ancaman negara saat melakukan safari ke sejumlah partai dan lembaga.

“Kemungkinan adanya keinginan melibatkan TNI dalam berbagai sektor di luar tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya)” kata Charles dalam diskusi publik bertajuk ‘Membangun Pertahanan Modern, Profesionalisme Militer dan Rotasi Panglima TNI’ di Universitas Paramadina, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (18/11/2017).

Politisi PDIP itu secara gamblang menuturkan bahwa Jenderal Gatot telah menjual konsep proxy war. “Menjual konsep proxy war lalu adanya upaya untuk melibatkan TNI di luar tupoksi. Ada hasrat ingin kembali ke politik,” ujarnya.

Charles mencontohkan seperti TNI yang terlibat program cetak sawah dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yakni satgas mafia pajak. Ia pun mengatakan imbasnya TNI seakan telah terlibat kembali dalam kancah politik.

“Karena institusi ini dipimpin seorang Panglima yang punya hasrat politik sehingga mau tidak mau institusi ini terlibat politik,” pungkasnya.