Ilustrasi Keamanan Polri-TNI, sumber: hizbut-tahrir.or.id

Majalahayah.com, Jakarta – Aksi bela islam jilid III yang berlangsung damai, ternyata berkaitan dengan penangkapan sejumlah terduga teroris sebelum aksi berlangsung, 2 Desember (212) lalu.

Hal itu ditegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menghadiri MoU antara Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Borobudur, Selasa (6/12).

“Karena sudah ada penangkapan sebelum 212 oleh gabungan Densus dan BNPT. Sehingga, ada sejumlah orang ditangkap. Ada di Majalengka, Kaltim, Aceh, dan Banten,” ungkap mantan Kadensus 88 Antiteror Polri itu.

Penangkapan tersebut, kata Tito, cukup melemahkan kelompok-kelompok yang diduga bakal terlibat saat aksi 212 berlangsung.

Namun, berkat tindakan antisipatif anak buahnya, mantan Kepala BNPT itu mengklaim telah melumpuhkan jaringan teroris yang diduga akan terlibat Aksi 212.

Khususnya, terkait penangkapan terduga jaringan teroris di Majalengka, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Itu cukup melemahkan kelompok-kelompok itu. Jadi kami di sini meminimalisir gerakan mereka, rekrutmen mereka,” tuturnya.