Perdana Menteri Israel, Benjamnin Netanyahu. Sumber: AP

Majalahayah.com, Yerusalem – Kepolisian Israel untuk pertama kalinya mengonfirmasi lewat dokumen yang diajukan ke hakim pengadilan, bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu adalah tersangka dalam dua kasus korupsi yang sedang diselidiki.

Dirinya menjadi tersangka beberapa kejahatan termasuk suap, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan. Polisi pun telah mengajukan permintaan penerbitan gag order, yakni perintah yang melarang pengungkapan atau pembahasan publik termasuk oleh pers, mengenai informasi yang berkenaan dengan satu kasus.

Permintaan yang telah dikabulkan oleh pengadilan setempat itu akan berlaku sampai 17 September. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mereka dalam membujuk mantan kepala staf Netanyahu, Ari Harow, menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Namun, juru bicara Netanyahu membantah klaim itu dengan menyebutnya “palsu” dan “bermotif politik” menurut situs berita Walla.

“Kami dengan tegas menolak klaim tak berdasar itu,” kata juru bicara tersebut dikutip dari Antaranews.com, Jumat (4/8/2017).

Netanyahu disangka menerima suap dari miliarder asal Israel-Amerika di Hollywood, Arnon Milchan. Ia juga diduga menawarkan keuntungan komersial ke satu penerbit surat kabar sebagai imbalan bagi liputan positif.