Pilih Tak Pasarkan di Toko Buku, Ini Alasan Cemerlang Para Penulis Buku...

Pilih Tak Pasarkan di Toko Buku, Ini Alasan Cemerlang Para Penulis Buku ‘Memilih Sekolah’

124
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta- Menilai bahwa buku memilih sekolah mampu menjawab keresahan orang tua dalam mencermati sekolah untuk sang buah hati, namun ketiga penulis yaitu Imelda Hutapea, Bukik Setiawan dan Andrie Firdaus menyepakati agar buku tersebut tidak dipasarkan di toko buku.

Hal tersebut membuat salah satu orang tua bertanya-tanya pada saat peluncuran buku memilih sekolah yang terselenggara di FX Senayan pada 11 April 2018.

Bukik Setiawan menjelaskan bahwa buku memilih kita lebih memilih memasarkan kepada agen buku jika dibandingkan di toko buku. Selain harganya yang menjadi lebih mahal, toko buku tidak memberikan fasilitas untuk memberikan edukasi kepada pembeli terkait buku tersebut.

Baca juga :   Tiga Values Islam dalam Berpolitik Bagi Ferry Mursidan Baldan

“Ini lebih terjangkau jika dibandingkan kita memasarkan di toko buku, harga yang dijual bisa menjadi lebih mahal, selain itu di toko buku tidak bisa memberikan edukasi kepada pembeli hanya sekedar menjual belikan saja,” papar Bukik saat Konferensi Pers Peluncuran Buku Memilih Sekolah di FX Senayan, Jakarta (11/04/2018).

Tak hanya peduli dengan harga penjualan, ketiga penulis ini berserta tim yang terkait mampu memancing daya tarik orang tua dengan timbulnya kata-kata “Sekolah untuk hidup atau sekolah untuk sekolah” kata tersebut terpapar di bagian belakang kaus yang dipergunakan oleh tim peluncuran buku memilih sekolah.

“Orang tua itu sering sekali mencarikan sekolah anak ke sekolah favorit, karena sudut pandangnya masih sekolah hanya untuk sekolah bukan sekolah untuk hidup. Namun niatnya itu baik, sampai saat ini orang masih menilai baik, tapi kenyataannya para pemimpin besar tak menginginkan hal tersebut,” ucap Andrie Firdaus.

Baca juga :   Adhyaksa Dault Tegaskan Pramuka Sarana Revolusi Mental

Mencontohkan pendiri akun sosial media Facebook, Lanjut Andrie bahwa ide pemimpin besar Facebook menyatakan tidak membutuhkan orang yang mempunyai pengalaman bersekolah tapi lebih memilih yang mempunyai pengalaman bekerja.

“Kita sudah tidak bisa lagi memilih untuk sekolah hanya untuk sekolah kita sudah harus menjadikan sekolah untuk hidup untuk anak generasi jaman now,” tukasnya.