Foto : Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Majalahayah.com, Jakarta – Polda Metro Jaya meminta penundaan lanjutan sidang dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pertimbangan permintaan ini sendiri terkait dengan masalah pengamanan jelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

“Pertimbangan keamanan menjelang pilkada tanggal 19, jadi Polda Metro, kepolisian mengharapkan agar suasana kondusif, aman, damai sehingga proses pilkada bisa berjalan lancar. Persiapan persiapannya juga berjalan lancar,” papar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Jakarta, Sabtu (8/4/2017).

“Jadi berkaitan proses hukum, berkaitan pasangan apakah terkait dengan Ahok, atau dengan yang lain itu memang ada rencana setelah tanggal 19. Termasuk Kapolda menyarankan sidang setelah tanggal 19, semuanya hanya pertimbangan keamanan saja,” tambahnya.

Tapi pihak Kepolisian sendiri menyerahkan keputusan tersebut kepada pihak Pengadilan Jakarta Utara. Terutama terkait dengan saran pihak Polda Metro Jaya tersebut.

“Penundaan sidang tuh sepenuhnya dari ketua pengadilan yang menentukan yah, jadi Ketua Pengadilan punya otoritas menentukan. Bukan kepolisian, kalau Kapolda Metro hanya saran saja,” pungkasnya.

Kapolda Metro Jaya sendiri meminta penundaan sidang lanjutan dugaan Penistaan Agama yang menjerat gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun, Pengadilan Jakarta Utara sendiri tidak mengabulkan permintaan tersebut.