Home Parenting Persoalan Minat dan Bakat Anak, Orang Tua Perlu Responsif

Persoalan Minat dan Bakat Anak, Orang Tua Perlu Responsif

228
(Foto: muhammadiyah.or.id)

Majalahayah.com, Jakarta – Berbicara persoalan minat dan bakat anak perlu dikomunikasikan dan disalurkan lewat berbagai cara. Orang tua perlu sensitif dan responsif dalam mengenalinya.

Seperti yang dijelaskan oleh Najelaa Shihab, orang tua perlu perhatikan apa yang dilakukan anak secara sukarela.

“Saat mendalami satu bidang, anak butuh proses dan tahapan dari ekplorasi, pendalaman, serta mahir mengembangkannya. Contoh, terpapar dengan banyak kegiatan ekstrakulikuler sebelum memilih apa yang harus didalami,” ucap Najelaa dalam buku Keluarga Kita.

Sampaikan bahwa orang tua berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan anak kesempatan untuk mencoba dan mendampingi saat anak mengalami kesulitan atau kejenuhan ditahap pendalaman, Najelaa tambahkan orang tua perlu mendorong kemahiran anak lewat berbagai aktivitas.

“Contoh, saat anak meminta untuk berhenti ekskul , perlu adanya komunikasi dan kesepakatan tentang pentingnya komitmen, teknik saat tuntutan makin sulit, atau variasi agar tidak bosan,” imbuhnya.

Tegaskan agar orang tua tak perlu khawatir apabila anak memutuskan untuk berganti bidang yang didalami, Najelaa katakan karena sebetulnya beberapa keterampilan yang dipelajari    sebelumnya tidak otomatis hilang.

“Pengalaman berkomitmen, berlatih, bekerja sama, menetapkan target, dan membuat rencana, semua itu keterampilan yang esensial dan lintas bidang,” ucapnya.

Pengalaman bermanfaat akan berlaku dimasa depan untuk pengembangan diri dan karier anak. Berkaitan dengan karir, selain pemahaman diri akan minat dan bakatanya, Najelaa sampaikan anak disekolah menengah, membutuhkan pemahaman tentang (kebutuhan) masyarakat dunia serta jaringan sosial yang mendukung.

“Misalnya mencari mentor dan tempat magang, berbicara tentang kontribusi orang tua di masyarakat,” tutupnya.