Majalahayah.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini meminta penyelenggara atau Komisi Pemilihan Umum mengklarifikasi soal surat suara yang sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. Surat yang sudah tercoblos itu antara lain capres-cawapres 01, dan anggota DPR dari partai NasDem, Davin Kirana.

Menurut Titi, kasus tercoblosnya surat suara tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, kabar ini akan semakin liar.

“Kasus ini tidak boleh lama, karena akan semakin liar kalau dibiarkan lama. Bukan kali ini saja, 2009 dugaan yang sama sudah muncul,” ucapnya saat diskusi Netralitas Penyelenggara Pemilu untuk Pemilu Berkualitas, Kamis (11/4/2019).

Menurut Titi, ada cara untuk mendeteksi jika memang benar-benar terjadi kecurangan di luar negeri. Hal itu bisa ditelusuri lewat percetakan dan rantai distribusi surat suara.

“Yang sudah tercoblos harus diklarifikasi, kalau memang sudah tercoblos kan surat suara lewat percetakan. Dari sana bisa ditelusuri, rantai distribusi surat suara sangat mungkin ditelusuri,” kata Titi.

Titi menuturkan, suara yang rentan terjadi kecurangan di luar negeri itu antara lain kotak suara keliling (KSK). “Yang rentan itu KSK. Kalau yang lain bisa dikontrol. Kalau KSK kan dibawa keliling. Kalau dibiarkan lama, semakin membuat ketidakpercayaan,” katanya.