Peringati Hari Relawan, Mensos Khofifah : Indonesia Rawan Bencana, Kerja Sama MDMC...

Peringati Hari Relawan, Mensos Khofifah : Indonesia Rawan Bencana, Kerja Sama MDMC Bentuk Langkah Strategis

43
SHARE
Dok Muhammadiyah

Majalahayah.com, Jakarta – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) gelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-2 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan berlangsung selama empat hari terhitung dari 30 November sampai 3 Desember 2017. Kegiatan MDCM turut didukung oleh Lazismu, UNICEF, UMM dan sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah.

Bakti sosial masyarakat menjadi acara utama dalam mengawali kegiatan, seperti adanya donor darah dan pemeriksaan kesehatan yang terlaksana pada (30/11). Hari berikutnya (1/12) terselenggara  kegiatan silaturahim kebangsaan oleh ketua MPR RI Zulfikar Hasan sementara  pembukaan dilakukan pada Jumat Siang (1/12) dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadiir Effendy dan Ketua Umum Pimpinan Pemuda (PP) Muhammadiyah, Hadera Nashir.

Minggu, 3 Desember kegaiatan Jambore Nasional Relawan dihadiri Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa, di Hall UMM Dome. Kehadiran Mensos sekaligus mengakhiri rangakaian kegiatan jambore yang telah berlangsung sejak Kamis (30/11).

Baca juga :   151 KK Diungsikan Sementara dari Ancaman Longsor di Cililin, Bandung Barat

Dilansir oleh muhammadiyah.or.id, MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah merupakan bagian dari public-private partnership yang harus dibangun bersama antara Muhammadiyah dan pemerintah.

“Ada 232 kota dan kabupaten se-Indonesia yang beresiko terdampak bencana alam, terlebih 80 persen yang terdampak itu akan mengalami jamila, atau jadi miskin lagi,” ujar Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa (3/12).

Tak lupa, dalam memperingati hari relawan, Khofifah menyerahkan mobil dapur umum lapangan pada MDMC sekaligus mengundang untuk hadir bersama pemerintah dan berbagai elemen lainnya pada 7 – 8 Desember di Pacitan.

“Kita adakan di Pacitan karena mereka tengah mengalami banjir bandang dan longsor. Semoga dengan kehadiran kita masyarakat tidak panik, namun kita tetap sigap,” tambahnya.

Baca juga :   Gempa Laut Jawa Bisa Dirasakan Dari Sumatera Hingga Bali

Melihat situasi Indonesia yang kini rawan bencana, Wakil Rektor I UMM Syamsul Arifin mengatakan bahwa kehadiran MDMC sangat dibutuhkan bagi penanganan bencana alam dan kemanusiaan. Besar harapannya dalam menangani bencana, jamboree nasional dapat membuat relawan muhammadiyah lebih peka dan trampil.

Jambore juga diwarnai dengan kegiatan-kegiatan seru dan menantang melalui sejumlah lomba yang berlangsung Sabtu (2/12) di antaranya Lomba Navigasi Darat dan Penyelamatan Bawah Air “Water and Jungle Rescue Challenge” Lomba Medis “Emergency Medical Team”, Lomba Penanganan Psikososial “Psychosocial Intervention Challenge”, Lomba Cerdas Tanggap “Disaster Challenge” dan juga Lomba Foto “Jambore Photo Challenge”. Para relawan juga dapat mengikuti kelas-kelas pengurangan resiko bencana dan Geladi Penanganan Bencana.