Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Seusai Hadir Sebagai Pembicara Diskusi Publik di Gedung Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat (28/12/2016), foto: ysf/majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara pengajian bulanan yang diselenggarakan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah semalam. Ia kembali memaparkan soal potensi konflik nasional yang mungkin terjadi jika tanpa adanya persatuan.

Gatot mencontohkan pada negara Afghanistan dimana memiliki tujuh suku dan kerap bertikai. Ia mengapresiasi Indonesia yang memiliki 174 suku namun bisa rukun.

“Karena kesatria. Kumpulan kesatria pasti akur,” katanya di lokasi acara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017) malam.

Selain itu ia kembali mencontohkan pada negara Yugoslavia yang mana hanya karena bahasa dan agama pecah jadi 7 negara. Juga Sudan karena agama pecah menjadi dua, dan negara yang kuat saat itu, Uni Soviet hanya karena ekonomi, bahasa dan agama pecah 15 negara.

“Nah Indonesia mau pecah jadi 174?” tanyanya. Gatot lantas mengatakan Indonesia memiliki Pancasila yang akan dijaga oleh umat Islam.

Soal sumber energi, dirinya mengatakan Indonesia negara yang sangat kaya sekali. “Sedangkan orang lain akan kekurangan. Di Arab Spring sana, Suriah, Libya, ribut semuanya,” kata Gatot.

Sementara yang menjadi bahan rebutan, terang Gatot, adalah minyak bumi. “Semua yang ribut-ribut itu bohong alasannya apa, ujung-ujungnya minyak. ISIS bohong, yang dicari minyak,” tegasnya.

Apabila minyak itu habis, maka menurut Gatot akan menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti sawit untuk diolah menjadi minyak. “Disini adanya (sawit). Jadi nanti disini akan jadi kancah perang untuk perebutan minyak sekaligus makanan dan air,” terangnya.

“Itu pasti,” lanjut Gatot.

Oleh sebah itu, ia mengatakan dirinya dua tahun lalu telah memperingatkan bahwa ISIS akan berubah menjadi Islamic State dan di Asia Tenggara pusatnya di Filipina Selatan. “Itu bukan akhir perjalanan ISIS, tapi untuk masuk ke Indonesia,” tandasnya.

Apabila ISIS telah masuk ke Indonesia, ia meyakini akan terjadi keributan dimana-mana. “Negara-negara baik hati datang membantu. Begitu masuk, gak mau keluar lagi. Itu yang terjadi di Afghanistan. Makanya kita harus waspada,” sebutnya.

“Selama umat Islam bersatu gak akan,” pungkasnya.