Home Nasional Periksa Ketum Pemuda Muhammadiyah Soal Novel, Polisi: Kalau Asumsi, Tidak Ditangkap

Periksa Ketum Pemuda Muhammadiyah Soal Novel, Polisi: Kalau Asumsi, Tidak Ditangkap

223
Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: tys/majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak pada hari ini menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ia diperiksa sebagai saksi terkait insiden penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK, Novel Baswedan.

Pantauan Majalahayah.com, hingga menjelang malam hari ini, pemeriksaan terhadap Dahnil masih dilakukan. Tampak pula hadirnya Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dalam mengawal Dahnil sebagai bentuk dukungan moril.

Dalam upaya mengungkap dalang insiden tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya meminta Dahnil untuk tidak berasumsi saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro.

“Yang terpenting bahwa untuk memberikan informasi itu, itu adalah fakta, bukan asumsi,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018).

Argo menegaskan Polisi tidak akan menangkap aktor yang dimaksud dalam informasi yang disampaikan Dahnil jika tanpa disertai bukti terkait. “Kalau cuma asumsi bukan fakta hukum, tidak akan kita lakukan (penangkapan)” jelasnya.

Sementata itu, Argo mengungkapkan pihaknya telah melakukan join investigation dengan penyidik KPK yang terdiri dari penyidik ahli IT dan ahli olah TKP untuk bersama melakukan penyelidikan.

Ia juga mengaku telah meminta keterangan sedikitnya 65 saksi. Argo lantas berharap dari informasi-informasi yang didapat dari para saksi tersebut bisa membantu pengungkapan kasus yang sudah bergulir sekitar sembilan bulan ini.

Untuk diketahui, Dahnil diperiksa sebagai saksi kasus Novel lantaran pengakuannya di salah satu stasiun televisi berita swasta pada 8 Januari 2018 lalu. Saat itu, ia mengatakan bahwa penyerangan Novel hanyalah “pion” dari aktor yang punya pengaruh luas.