Pergolakan Sejarah Perseteruan kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman (Bagian 3/3)

Pergolakan Sejarah Perseteruan kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman (Bagian 3/3)

503
SHARE
Ilustrasi Kebenaran vs Kebathilan. Sumber : https://www.blognasantri.blogspot.com

Majalahayah.com – Berikut adalah bagian ketiga dari tulisan “Pergolakan Sejarah Perseteruan Kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman”. Untuk melihat bagian kedua, silahkan klik di sini.

… Lanjutan

Nabi Isa AS vs Rahib Yahudi dan Penguasa Romawi

Apa yang dialami oleh Nabi Musa AS juga dialami oleh Nabi Isa AS, ia harus menghadapi persekongkolan makar Rahib-rahib Yahudi dan kaumnya, yang menolak dan menentang seruannya. Mereka tak henti-hentinyabersekongkol untuk mencelakai Nabi Isa As, memfitnah dan mengadukannya kepada penguasa Romawi, dengan berbagai laporan palsu. Puncak kemarahan penguasa Romawi pun tiba, mereka memutuskan hukuman dengan eksekusi salib bagi Nabi Isa AS. Namun Allah SWT menanggalkan makar Yahudi itu dan Nabi Isa AS pun diselamatkan Allah SWT dari pembunuhan dan penyaliban.

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh   itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An-Nisa 4 : 156-157)

Nabi Muhammad SAW vs Abu Jahal, Abu Lahab dan pembesar Quraisy

Nabi Muhammad SAW mendapatkan penentangan dan permusuhan dari sebagian kaumnya. Permusuhan mereka semakin besar, ketika beliau mendakwahkan Islam secara terbuka dan mendapatkan penerimaan luas dari masyarakat. Berbagai kejahatan dan tindakan buruk ditimpakan kepada beliau, seperti caci maki, intimidasi, pemboikotan, bahkan rencana pembunuhan.

Baca juga :   Pergolakan Sejarah Perseteruan Kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman (Bagian 2/3)

Di antara mereka yang paling keras permusuhannya adalah Abu Lahab, pamannya sendiri. Ke mana pun Nabi Muhammad SAW pergi, Abu Lahab mengikutinya, sambil mengatakan kepada setiap orang yang didakwahi Nabi Muhammad SAW: “Janganlah kalian menaatinya, karena dia pendusta.” Bahkan Ummu Jamil, istri Abu Lahab, seringkali mengadu domba antara Nabi Muhammad SAW dengan orang lain. Ia juga membawa duri sebagai perangkap untuk menyakiti Nabi Muhammad SAW jika beliau keluar pada malam hari. Lebih dari itu ia tak segan-segan menyerang Khadijah Ra. Kekejian Abu Lahab diberitakan dalam QS al-Lahab. Akhirnya, mereka pun pun mati dalam kekufuran.

Ilustrasi haq dan bathil. Sumber www.salamdakwah.com

Adanya musuh bagi para nabi ini juga diberitakan dalam firman Allah SWT:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am 6: 112).

Dalam proses berpikir, meneliti serta mengkaji sejarah tersebut hendaklah sampai pada kesimpulan yang tepat dan benar, sehingga bermanfaat bagi kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang. Serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Diharapkan mampu merekonstruksi substansi sejarah terhadap kondisi dan situasi yang terjadi saat ini.

Baca juga :   Panglima FPI Tegaskan Bahwa Ancaman Komunisme Sangat Nyata

Kisah mereka adalah sunatullah (perjalanan) yang akan terus berulang dan akan dialami pula oleh para pejuang kebenaran hingga hari ini. Kesulitan dan segala persoalan yang dialami oleh umat Islam seluruh dunia hari ini mungkin diakibatkan oleh kelalaian dan ketidaksanggupan kita dalam mengambil pelajaran dari kisah para Nabi.

Dari masa kemasa, berbagai kondisi dan peristiwa pun dialami juga pada kondisi umat saat ini, tentunya para penyeru kebaikan dan berjuang dijalur kebenaran sebagaimana yang diperjuangkan Nabi/Rasul terdahulu. Dimana saat kedzaliman berkuasa, penuh dengan tantangan, ancaman, fitnah, kebodohan, krisis, kemaksiatan dan propaganda yang menghalalkan segala cara. Hukum negara yang tumpul kedalam tajam ke Islam, media massa yang menyudutkan Islam digambarkan agama yang intoleran.

Secara global rangkaian fitnah besar menjalar sehingga tuduhan intoleran bagi yang mempertahankan ajaran agamanya, makar yang berbau politis yang merantai gerak para penyeru kebenaran. Supremasi hukum yang tak lagi dihiraukan, yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar, hingga rusaknya tatanan sosial yang tak berkeadilan lagi. Hak beragama tertindas dan dibenturkan dengan kesukuan, ras, golongan bahkan adu domba yang memicu konflik horizontal. Masyarakat yang ber-KTP Islam pun terjangkit demam phobia terhadap Islam itu sendiri (Islamophobia).

Sampai sekarang pun pergolakan dari  perseteruan ini masih tetap ada dan nyata disekitar kita. Dimana kah kita berada dan memosisikan diri? Kemanakah kita berpihak dan menentukan sikap?