Foto : Ustadz Bachtiar Nasir

Majalahayah.com, Jakarta – Renungan sejenak untuk para ayah dan mereka yang kelak akan menjadi seorang ayah.

Sebagai ayah dituntut harus dapat membimbing keluarga dengan cara yang baik dan benar, bukan hanya sekedar bisa bikin anak, mencari nafkah, dan menjaga anak. Jika hanya itu, hewan pun bisa melakukannya.

Lebih dari itu, anak membutuhkan ayah, terutama ruhnya, dan pemikirannya.

“Buat apa kerja cape-cape di kantor, sekolahin anak, kuliahin anak, anda besarkan badannya tapi fikirannya dirampok oleh sekulerisme, dan liberalisme. Buat apa sekolahin anaknya kalau akhirnya jiwanya, imannya, dirampok sama orang lain”, kata Ustadz Bachtiar Nasir dalam video dakwahnya yang berjudul Masuk Surga Sekeluarga.

Ayah harus berperan menjadi kepala sekolah bagi anak laki-laki sendiri, dan harus jadi rektor bagi anaknya sendiri. Sebab nanti yang akan diminta pertanggung jawaban kelak bukan gurunya, tapi ayahnya.

“Ayah itu nomor 1 yang akan ditanya, karena dia yang diberikan amanah, maka dialah yang dimintakan pertanggung jawaban seperti apa caranya membesarkan keluarganya” tambahnya.

Ayah yang sukses ialah ayah yang setiap saat didoakan oleh anaknya. Suami yang sukses ialah ketika dia bekerja di kantor istrinya selalu mendoakan dia dalam pekerjaannya.

“Suami yang sukses dan ayah yang sukses adalah ayah yang dibanggakan oleh anak-anaknya dan anak akan berusaha untuk tampil bagus di hadapan ayahnya”, tukasnya.

Sebagai seorang ayah harus memiliki kurikulum, agar dapat membawa seluruh keluarganya bisa masuk surga.

“Ini visi penting yang harus dimiliki. Masuk surga sekeluarga, implementasi dari ayat quu anfusakum wa ahlikum nara“, tutupnya.