Penyebab Anak Bisa Lakukan Bullying, Ini Tips untuk Mencegahnya

Penyebab Anak Bisa Lakukan Bullying, Ini Tips untuk Mencegahnya

191
0
SHARE
bullying
Ilustrasi bullying. Sumber www.zlifing.com

Majalahayah.com, Jakarta –  Perilaku bullying bisa dalam bentuk fisik atau verbal, jika dibiarkan akan memicu perilaku antisosial agresif dan mengganggu keberhasilan anak di sekolah bahkan kemampuannya dalam berteman.

Kasus bully telah ramai belakangan ini mulai dari pengeroyokan siswi SMP di Pontianak hingga memunculkan tagar #JusticeForAudrey,

Sampai video viral anak SD yang bertengkar hingga menerima tamparan membuat tanda tanya besar mengapa seorang anak yang polos bisa menjadi seorang perundung.

Beberapa waktu lalu, dr Andri SpKJ dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, menyebutkan bullying memang bisa menimpa siapa saja, akan tetapi tidak semua orang memiliki sifat bully dan menjadi pelaku bully.

“Seorang pelaku bully bisa kelihatan sifatnya, yakni egois, mau menang sendiri, dan sering meledek orang lain yang memiliki kekurangan,” tutur dr Andri yang dikutip dari detikHealth.

Alasannya pun beragam, misalnya karena ketidaksukaan pada korban yang dianggap berbeda karena memiliki kondisi mental atau fisik yang berbeda dengan dirinya.

“Bisa jadi korban lebih cantik, atau lebih ganteng. Atau karena korban dianggap lebih bodoh atau bahkan lebih pintar,” terangnya.

Sebelumnya, Psikolog Anak dan Remaja, Ratih Zulhaqqi dalam ‘Bincang Sehat’ menuturkan bahwa penanam nilai positif adalah hal yang harus dilakukan menjadi kebiasaan dalam keluarga.

“Jadi keluarga harus menanamkan nilai-nilai yang memang tidak mengarahkan anak tidak menjadi kriteria pembully. Misalnya anak harus diajarkan bagaiamana cara menghargai orang lain dan menilai orang lain secara positif,”

Dengan menanamkan rasa mencintai dan menghargai orang lain, tindak bully bisa diminimalisir. Dengan kurangnya penanaman nilai tersebut, bukan tidak mungkin anak menjadi mengolok teman-temannya yang lain.

Dampak bully dapat berdampak fatal, seperti trauma yang membuat si anak tidak bisa melupakan kejadian tersebut, hingga gangguan jiwa yang berhubungan erat dengan kecenderungan untuk bunuh diri.

LEAVE A REPLY