Pentingnya Akidah dan Akhlak dalam kehidupan

Pentingnya Akidah dan Akhlak dalam kehidupan

73
SHARE
Ilustrasi akidah. Sumber www.bangkitmedia.com

Majalahayah.com – Dalam menjalankan tuntunan agama Islam, dibutuhkan pemahaman pondasi atau akar yang menjadi tali ikatan yang kuat. Ikatan yang seperti apakah yang menguatkan amalan serta perilaku dalam menjalankan ajaran agama?

Lebih lengkapnya mari simak penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc,MA tentang Akidah dan Akhlak dalam kehidupan, berikut transkrip penjelasnnya:

Tauhid dan akhlak, awas ini sering ada yang menyampaikan saya ingin berhijrah, ingin berhijrah lebih baik dari pandangan Allah dan Rasulnya.

Apa yang harus pertama di lakukan? Satu mantabkan tauhid dan akhlak. Ingat, bersamaan. Saat belajar tauhid dan belajar akhlak tidak terputus. Hati-hati sekarang saya lihat ada mis disini. Tauhid yang mengajarkan kepada Allah sehingga merasakan kedekatan dengan Allah. Sehingga kita merasa tindakan kita diawasi oleh Allah. Merasa? Antum pulang lah kerumah, berapa harta yang telah di peroleh antum dalam kehidupan yang tidak ada ridho Allah di dalam nya. Kalau kemudian tenaga yang antum keluarkan tapi Allah tidak ridho atas itu semua. Maka untuk menguatkan itu ada pelajaran tauhid dan tauhid bersanding dengan akhlak. 

Hanya orang yang sedang belajar Tauhid dia memiliki ikatan dengan Allah. Jalannya ingin dilihat Allah baik, makan ingin dilihat Allah baik. Bicara ingin dilihat Allah baik. Jadi mustahil ada orang bicara mengeluarkan kata-kata kotor. Karena dia tahu Allah tidak suka dengan kata-kata kotor. Karena dia punya ikatan dengan Allah.

Ikatan disebut dengan akad, semakin kuat ikatannya disebut dengan Akidah. Karena itu dulu pelajaran akidah itu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu tauhid. Dan ketika diajarkan akidah akhlaknya muncul. Makanya dulu ada pelajaran akidah akhlak. Silahkan cek. semua orang yang masih Islam punya ikatan dengan Allah. Akhlaknya berubah dari jahiliyah jadi terbuka, dari pencela jadi pencinta, pemukul jadi perangkul, dari pelit jadi dermawan. Dari Jahiliyah, tiba-tiba muncul akhlak penyayang luar biasa.

Baca juga :   Pergolakan Sejarah Perseteruan kebenaran dan Kebathilan Sepanjang Zaman (Bagian 3/3)

Nah sekarang antum liat baik-baik. Bandingkan ya september kemarin saya genap berusia 33 tahun. Kecil saya saja, waktu kecil saya mendapatkan materi akidah akhlak. Yang paling menarik saat ada materi akidah akhlak di pelajari di sekolah, saya dapati tidak ada anak SD bakar kelas, anak SD pukul temannya sampai tewas, anak SD perkosa temannya, anak SD merokok. Saya tidak temukan. Umumnya susah, sulit ditemukan. 

Tapi lihat baik-baik. Nampaknya ada usaha menghilangkan nilai-nilai itu dari kehidupan kita, sudah bergeser. Pendidikan karakter semakin diajarkan semakin tidak berkarakter. Ada yang membully, ada pukul orang, ada yang membunuh, bukan pendidikannya salah tapi orang yang mengajarkannya. Pendidikan multikulturalisme ini yang paling bahaya. Dulu orang diajarkan untuk menghormati agama jangan menyinggung agama lain. Hayati agama sendiri. Yuk yang Islam hayati agama sendiri, yang Kristen sesuai dengan keyakinan anda masing-masing. 

Ini dulu kenal, Tuhan nya siapa? Allah. Yang paling benar kata orang Islam, ya Islam. Kata yang lain yang lain, sesuai agamanya. Tapi sekarang tidak , pelajaran akidahnya dihilangkan, muncul pelajaran multikultural kembangkan toleransi beragama. Anak SD sudah diajak mengunjungi tempat agama lain. Dan ditunjuki ini-inilah semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau dari kecil sudah dirusak akidahnya gimana saat dewasanya.

Baca juga :   Pecah Belah Islam, Intrik Usang Yang Terus Diulang

Kan negara ini menjamin kemerdekaan tiap masyarakat untuk memeluk agama-agama pasal 29 ayat 2. Anda yang muslim silahkan percaya dengan keyakinan anda, yang lain silahkan kita tidak paksa. Sebetulnya toleransi yang paling bagus itu zero toleran itu yang paling bagus. Jangan mencampuri jadi antum awas enggak boleh ganggu yaa. Jadi kalau ada teman kita misalkan dalam kebangsaan dalam kehidupan sedang ibadah di tempat ibadahnya, jangan ganggu, dosa antum. 

Disamping ini ada pura di samping nya ada gereja. Ketika waktunya buat mereka biarkan saja. Dakwah tugas kita tapi menggangu tidak holeh. Makanya saat dulu berjalan dengan baik. Ketat dengan baik biasa-biasa saja. Terorisme itu bukan urusan agama. Tuh yang tembak di Las Vegas itu apakah disebut teroris, tidak. Karena teroris itu dilekatkan kepada agama.

Jadi yang saya ingin tekankan kepada teman-teman sekalian. Ketika dulu kita mendapatkan materi akidah akhlak, akidah kita kuat akhlak kita baik. Saya belum mendapatkan antara orang Islam dan kristen berantem. Jarang sekali tipis. Hindu Budha hidupnya biasa saja. Tapi sekarang saat materi akidah akhlak tidak diajarkan. Yang paling menarik semakin kuat akidahnya, akhlaknya tidak ada. Yang paling aneh semakin belajar tauhid akidahnya semakin kuat tapi akhlaknya tidak ada. 

Katanya habis belajar kajian tauhid tapi saat keluar cela sana cela sini. Jadi paling hebat jadi paling benar. Belajar akidah tapi akhlaknya tidak ada. Ada belajar akhlak, akidah nya tidak ada. Akhlaknya sopan baik senyum sholat subuh 4 rakaat .