Penjelasan Hubungan Ilmu Agama dan Kesehatan

Penjelasan Hubungan Ilmu Agama dan Kesehatan

309
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ilmu agama bahwasanya memiliki sikap yang kritis, ilmiah, mendasar, dan konsisten. Sebagaimana dengan ilmu agama, ilmu dunia juga terdapat sisi ilmiah dalam pemahamannya.

Sayangnya, terkadang manusia dalam ilmu agama menunjukan sikap yang kurang kritis dan analisa yang ala kadarnya. Tapi jika dalam urusan ilmu dunia bisa saja menunjukan sikap kritis dan ilmiah, hal ini kurang dilakukan dalam ilmu agama.

“Untuk itu, dalam beragama mari kita sama-sama bersikap ilmiah, kritis berdasarkan pijakan yang sudah kita sepakati yaitu Al-Qur’an dan sunnah berdasarkan amalan shaleh. Bila dihubungkan ilmu agama dan ilmu dunia, manusia itu ilmiah luar biasa”, ajak Ustadz dr, Raehanul Bahraen, M.SC.SP.PK dalam kajian ‘Benang Merah Ilmu Kesehatan dan Agama’ (26/01/2019).

Kita harus bersemangat dalam mempelajari ilmu agama dan kedokteran. Lanjut, Ustadz Rehanul, ia menjelaskan bahwa Imam Syafi’i pernah berkata ‘Janganlah sekali-kali engkau tinggal di suatu negeri yang tidak ada di sana ulama yang bisa memberikan fatwa dalam masalah agama, dan jangan juga tinggal disuatu tempat tidak ada dokter yang memberitahukan mengenai keadaan (kesehatan) badanmu’.

Kemudia Imam Syafi’i juga pernah menyampaikan ‘Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga Ilmu (ilmu kedokteran) dan meyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani karena duapertiga adalah ilmu agama, dimana beliau membagi menjadi akidah dan fiqih. Dan aku tidak mengetahui ilmu yang paling bermanfaat setelah ilmu beragama yaitu ilmu kedokteran’.

“Ternyata 2 ilmu ini (ilmu agama dan ilmu kedokteran) mempunyai benang merah”, ungkap Ustadz Raehanul.

Dalam ilmu agama kita diajarkan untuk berilmu dulu sebelum beramal atau melakukan suatu tindakan. Maka harus hati-hati. Jangan sampai kita salah menempatkan suatu tindakan dan amalan.

“Jika ingin menuntut ilmu, ada 3 hal yang harus dipelajari yaitu, akidah, fiqih kesehari, serta akhlak dan adab seorang muslim”, tegasnya.

LEAVE A REPLY