(Foto: Twitter/Dahnilsimanjuntak)

Majalahayah.com, Jakarta – Beberapa hari lalu, publik dihebohkan dengan pengusiran salah satu wartawan media swasta, Balqis Manisang saat melakukan reportase ke pulau reklamasi. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak pun angkat bicara terkait hal tersebut.

“Ketika @balquesm tidak diperbolehkan berlayar dilaut milik NKRI, Karena memang de facto negeri ini dikuasai korporasi. @jokowi,” jelasnya melalui akun Twitter pribadinya, @Dahnilanzar, Rabu (18/10/2017).

Atas kejadian tersebut, dirinya meminta kepada aparat terkait untuk berani mengambil tindakan tegas. Sehingga para korporat tidak berlaku sewenang-wenang.

“Polisi, TNI, KPK kita harus Berani tegas Lawan rente Korporasi. Jangan sampai jadi Centeng Bagi Korporasi itu. Dulu jadi opas-opas dan tuan demang,” tegasnya.

Dirinya bahkan melihat bahwa kondisi saat ini tidak ada ubahnya keadaan di era kolonialisme. Saat para pejuang kemerdekaan disingkirkan tapi ada juga para penjilat kekuasaan.

“Dulu Ketika para pejuang Lawan VOC mereka disebut setan radikalis, sementara sebagian kelompok menjilat jadi tukang pukul VOC. pun demikian sekarang,” ketusnya.

Dirinya pun melihat bahwa keadaan sekarang adalah toleransi berbentuk rente. Jadi tidak bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

“Acara merawat NKRI dan Toleransi tapi dibiayai Korporasi pembakar hutan, pengendali kepemimpinan negeri. Toleransi rente,” pungkasnya.