Majalahayah.com, Jakarta – Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun kepada seseorang yang telah berjasa maupun berpengaruh terhadap penemuan penting.

Nobel juga diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi untuk masyarakat dalam berbagai bidang.

Tahukah kisah di balik pemberian Nobel ini?

Hari ini 123 tahun yang lalu, tepatnya 27 November 1895, seorang kimiawan, insiyur beserta pebisnis Swedia bernama Alfred Nobel menandatangani surat wasiat.

Isi surat wasiat itu adalah pesan agar diberikan penghargaaan kepada seseorang yang berpengaruh dalam masyarakat.

Dilansir dari History.com, pebisnis sukses itu sebelumnya telah mempertimbangkan dengan matang menggunakan kekayaannya untuk mendukung karya para ilmuwan dan penemu.

Menurut Alfred Nobel, karya seseorag patut untuk dihargai dan diapresiasi.

Kehidupan Alfred Nobel

Nobel lahir pada 21 Oktober 1833 di Stockholm. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Immanuel dan Carolina Nobel.

Alfred Nobel berasal dari keluarga miskin, meski ayahnya adalah seorang insinyur dan penemu.

Ketika Nobel berusia empat tahun, ayahnya pindah ke St Petersburg, Rusia, untuk bekerja di bidang produksi bahan peledak.

Pada usia 18 tahun, dia pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk menempuh pendidikan dan tinggal di sana selama setahun.

Nobel memutuskan untuk mempelajari peledak, terutama penggunaan nitrogliserin yang efisien dan aman.

Pada 1863, dia menemukan detonator dan mengembangkannya dua tahun kemudian.

Petaka menimpa Nobel pada 3 September 1864. Saat itu, gudang untuk mempersiapkan nitrogliserin meledak di Heleneborg, dan menewaskan lima orang, termasuk adik laki-lakinya, Emil.

Akhirnya, Nobel memutuskan mendirikan pabrik lain dengan fokus meningkatkan dan menstabilkan peledak yang dikembangkannya.

Berbagai penemuannya membuat Nobel diangkat sebagai anggota Akademi Ilmuwan Kerajaan Swedia pada 1884, dan meraih predikat Doktor Kehormatan Universitas Uppsala pada 1893.

Wasiat Nobel

Nobel dilanda kekhawatiran ketika berpikir tentang bagaimana ia akan dikenang setelah meninggal dunia.

Ia pun semakin yakin untuk mendonasikan sebagian kekayaannya untuk Hadiah Nobel.

Awalnya, Nobel menuliskan lima penghargaan dalam wasiatnya.

Tiga penghargaan untuk penemuan atau penemuan terbesar di bidang fisika, kimia dan kedokteran. Sementara, yang keempat dikhususkan untuk penulis sastra.

Penghargaan kelima untuk orang yang telah melakukan pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antar bangsa dan perdamaian perang.

Sementara, penghargaan keenam yaitu bidang ekonomi ditambahkan pada 1968.

Dalam wasiat itu, Nobel menuliskan kurang dari 1.000 kata yang berisi uraian rencana anugerah yang didanai dari sebagian besar kekayaannya senilai 265 juta dollar AS.

Pada 10 Desember 1896, Alfred Nobel meninggal akibat menderita stroke dalam usia 63 tahun. Dia dimakamkan di Norra Begravningsplatsen (Pemakaman Utara) Stockholm.

Dalam wasiatnya, Nobel tidak menunjuk siapa pun sebagai penerima wasiat dan tak berkonsultasi dengan berbagai lembaga yang telah ditugaskan untuk memberikan penghargaan itu.

Tiga tahun setelahnya, terbentuk Yayasan Nobel untuk merealisasikan keinginan terbesar dari Alfred Nobel.

Akhirnya, pernghargaan ini jadi penyemangat bagi seseorang untuk berinovasi lebih baik.

Penghargaan pertama

Penghargaan Nobel pertama diberikan pada acara Old Royal Academiy of Music di Stockholm pada 1901 untuk bidang sastra, fisika, kimia, kedokteran dan obat-batan.

Pada 1902, Raja Swedia Oscar II tak menyetujui pemberian penghargaan terhadap orang asing, dia fokus hanya untuk kalangan dalam negeri.

Sikapnya mulai melunak setelah mengetahui pentingnya penghargaan terhadap Swedia. Penganugerahan Nobel setiap tahunnya diberikan pada 10 Desember, untuk mengenang tanggal meninggalnya Alfred Nobel.

Nominasi yang akan menerima diseleksi dalam beberapa tahap oleh instansi berwenang.