Penggiat Sosial Media : Gelar ‘Cak Jancuk’ kepada Presiden Terkesan Kurang Ajar

Penggiat Sosial Media : Gelar ‘Cak Jancuk’ kepada Presiden Terkesan Kurang Ajar

266
0
SHARE
Joko Widodo. (Foto: Twitter)

Majalahayah.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat gelar “Cak Jancuk” oleh pendukungnya di Surabaya, pada Sabtu 2 Februari 2019. Namun, gelar itu menimbulkan menimbulkan polemik di banyak kalangan.

Menurut Penggiat Sosial Media, Darmansyah menilai penyematan penyematan panggilan ‘Cak Jancuk’ untuk calon presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tidak tepat.

“Sebab, ‘Jancuk’ merupakan umpatan tidak etis dan terkesan kurang ajar dalam penggunaan tata bahasa sehari-hari,” jelasnya melalui keterangan pers kepada awak media, Selasa (5/2/2019).

Jika merujuk definisi dari kata ‘Jancuk’, kata itu menjadi ciri khas komunitas masyarakat di Kota Surabaya dan sekitarnya di Provinsi Jawa Timur.

Pada umumnya, kata itu digunakan sebagai umpatan untuk meluapkan emosi, marah, atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.

“Merujuk hal tersebut, maka saya selaku penggiat media sosial, menilai penyematan panggilan ‘Cak Jancuk’ untuk Jokowi, yang notabene seorang presiden sangat tidak tepat,” ucapnya.

Sebab menurut Darmansyah, presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan merupakan jabatan yang dihormati dan tidak sepantasnya untuk dilecehkan apalagi menggunakan kata-kata yang terkesan kasar.

“Untuk itu, saya meminta kepada orang atau kelompok yang mulai memanggil Jokowi dengan sapaan ‘Cak Jancuk’ supaya segera mengakhiri hal tersebut,” imbuhnya.

“Lebih baik mereka berkonsentrasi dan berupaya membantu pemerintah mensejahterakan rakyat Indonesia, yang sebagian diantaranya masih berada di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY