MUI NTB Terbitkan 170 Sertifikat Halal untuk Hotel dan Restoran. (Foto: HalHalal)

Majalahayah.com, Jakarta – Maraknya kuliner di Indonesia yang beraneka ragam dari persoalan rasa, bentuk, serta dekorasi tempat menjadi suatu ketertarikan para konsumen. Mencicipinya serta mengunjungin tempat kuliner terbilang menjadi trending oleh para kalangan muda.

Tak terlupakan logo halal, menjadi simbol masyarakat menilai bahwa kuliner tersebut sudah terjamin kualitasnya. Namun, dalam seminar ‘Halal For Indonesia Moslem-Friendly Tourism’ yang terselenggara di Jakarta, para Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menjalankan usahanya timbul keresahan dalam menjual produk makanan yang sudah dikemas dari pusat.

Seperti salah satu penjual Kebab Instan dan Susu Original, Erlina berusia 50 tahun ini memaparkan pertanyaan “Bagaimana cara sertifikasi halal dari daging dan susu sapi dan cara mensosialisasikan”.

Mulyorini Rahayuningsih, Staf Departemen TIN Fateta IPB menjawab pertanyaan saat seminar berlangsung “Kebab itu makanan yang dinilai kritis karena berbahan daging, coba dipertanyakan kepada suplayer daging apa saja yang digunakan, sudah halal atau belum, seharusnya suplayer tersebut sudah mengetahuinya,”

Erlina saat diwawancari majalahayah.com menyatakan bahwa “Jadi kita ada komunitas namanya Kebab Sahara, dan Sahara itu sudah ada lebel MUI-nya, itu sudah jadi tinggal dipasarkan, nah tapi di rumah itu saya olah sendiri seperti saya frozen, oleh karena itu saya bikin website dan saya beri nama Batavia Kebab,” (17/11).

Terhitung delapan Bulan Batavia Kebab tertera dalam website yang dipaparkan oleh Erliana, dirinya menambahkan bahwa “Saya buka gerai, ada website-nya sehingga adanya reseller yang ingin membantu berjualan, nah kan reseller saya tidak semuanya menggunakan hijab panjang seperti yang saya kenakan bahkan ada yang tidak menggunakan hijab, jadi dikhawatirkan konsumen mempertanyakan Batavia Kebab ini halal atau tidak, makanya secepat mungkin saya ingin mensertifikasi halal. Simbol halal itu penting banget, dan berpengaruh sekali terhadap konsumen,” tambahnya

Bukan hal yang sulit untuk memproduksi produk halal bagi masyarakat, adanya niat dalam diri merupakan langkah awal memulai usaha dengan baik.

Jika produk Anda menggunakan bahan daging, pastikan menggunakan daging sapi, ayam, kambing dan yang lainnya telah disembelih sesuai syariat Islam dan pastikan adanya sertifikat halalnya. Jika berbahan tumbuhan carilah yang 100% tumbuhan, maka sudah dipastikan kehalalannya, jika terdapat bahan tambahan, pastikan kehalalannya bisa dengan logo halal atau mengecek di web MUI.

Sementara itu, untuk MSG, minyak goreng, terigu, gula, sirup, sosis, nugget, bakso, korent, atau bahan olahan lainnya carilah yang ada logo halalnya.

Oleh karena itu para chef atau bagi para ibu, pintar-pintarlah dalam memilih serta menilai suatu produk untuk kualitas hidup yang baik demi kualitas produk serta keluarga tercinta.