Pengamat Terorisme Sebut Fenomena Aparat Negara Jadi Teroris Bukan Hal Baru

Pengamat Terorisme Sebut Fenomena Aparat Negara Jadi Teroris Bukan Hal Baru

60
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta –  Pengamat Terorisme, Universitas Indonesia Solahudin melihat fenomena pegawai negara dan eks aparat bersenjata menjadi teroris bukan fenomena baru. Dirinya melihat fenomena terorisme bisa memengaruhi kalangan manapun.

“Tidak. Fenomena ada PNS bahkan polisi dan tentara terlibat dalam kegiatan terorisme bukan hal baru, contoh 2010 ada aksi penembakan terhadap polisi pelakunya mantan TNI Yuli Harsono,” jelasnya saat ditemui di Gedung Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Jadi bukan fenomena baru bahwa ada PNS atau aparat yang terlibat dalam kasus tindak pidana terorisme. Polisi juga ingat enggak Bripka Saputra dari polres batanghari kalo enggak salah yang maret 2014 menghilang taunya beritanya dia di suriah. Artinya, virus terorisme bisa kena kepada siapa saja termasuk anda wartawan,” tambahnya.

Baca juga :   Pemuda Muhammadiyah Lihat Ada Narasi Monolog dalam Penanganan Kasus Terorisme

Menurut Solahudin, pemerintah harus pro aktif untuk mencari data terkait anggota terorisme tersebut. “Pemerintahnya datang dong, tanya. Kan ini ga pernah dilakukan,” ketusnya.

Baginya pun tindakan pemerintah untuk mengatasi terorisme masih belum efektif. Hak ini katanya terlihat dari rentetan aksi teror yang terjadi belakangan.

“Jadi pemerintah kan strateginya dua, hard and soft approach. Hard itu penindakan penangkapan, soft itu deradikalisasi leadingnya BNPT. Hard itu hanya menyelesaikan tindak pidana terorisme tak menyelesaikan akar masalah terorisme,” jelasnya.

Baca juga :   Enam Negara dalam SRM FTF CBT Akan Gandeng Perusahaan Media Sosial untuk Lacak Teroris

“Akar masalah diharap selesai dengan pendekatan soft seperti deradikalisasi. Yang jadi soal, penindakan tapi kok banyak yg terlibat di terorisme? Yang jadi problem di soft approach. Pemerintah masih sangat lemah dalam problem soft approach atau deradikalisasi,” pungkasnya.