Pengamat Deteksi Lima Kejanggalan Kebocoran Pipa Gas BNN

Pengamat Deteksi Lima Kejanggalan Kebocoran Pipa Gas BNN

78
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Guru Besar Menajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan (UPH), Manlian Runald. A. Simanjuntak melihat, bahwa adanya kelalaian baru dalam proyek pembangunan di Jakarta. Manlian juga menganggap, ada lima kejanggalan yang sedang terjadi.

“Yang pertama adalah, apakah Pemda DKI Jakarta sebagai Pengguna Jasa atau Pemberi Tugas memiliki Peta Jalur Pipa Gas yang melintas di bagian luar mengelilingi atau di bagian dalam kota Jakarta? Ini WAJIB,” ujarnya di Jakarta (13/03/2018).
Dia menganggap, idealnya pipa gas di pasang dan di rencanakan diluar kota. Ini dilakukan untuk menghindari dampak kebocoran yang terjadi.
“Namun dalam pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan Pemda sekitar Jakarta oleh karena di Perbatasan Wilayah. Para Pemda jangan jaim ketika berkolaborasi utk menyempurnakan berbagai fasilitas kota,” kata dia.
Kemudian yang kedua adalah, penerima jasa harus terlebih dulu membuat perencanaan yang benar. Penerima jasa juga harus melakukan pemetaan terhadap kondisi yang ada.
“Dia harus melakukan Mapping Kondisi Eksisting yang kemudian diintegrasikan dengan Desain Struktur yang diperlukan,” ucapnya.
Yang ketiga adalah, penerima jasa harus dapat membaca desain. Ini dilakukan untuk pelaksanaan Sub Struktur & Upper Struktur. “Apakah pihak Penerima Jasa bisa membaca desain yang ada?Kalo bisa membaca desain, seharusnya profesional,” kata dia.
Yang ke empat adalah, secara khusus untuk desain Sub Struktur dibuat berdasarkan masukan kondisi eksisting dalam Dokumen FS. Selayaknya, penerima jasa atau pembangun konstruksi tidak bisa menyatakan bahwa dirinya tidak tau mengenai dokumen tersebut.
“Jika Dokumen FS dimengerti tentang berbagai jalur Plumbing termasuk Gas di bawah tanah, seharusnya desain juga harus memuat akan hal ini. Desain adalah sinyal kedua setelah sinyal pertama yaitu FS,” ujar Manlian.
Kemudian, tambahnya, poin terakhir yang perlu kita ketahui adalah, kebocoran pipa gas ini memiliki dampak yang tidak terukur. “Selain di bawah tanah, sulit mengevaluasi kebocoran lainnya karena sudah tertanam. Karena, pipa tersebut sudah tertanam sejak awal pembangunan kota Jakarta. Ini level pekerja jasa tersebut masih rendah,” pingkasnya.