Majalahayah.com – Peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, David Handojo Muljono enggan menyimpulkan virus corona novel alias Covid-19 tidak bisa menular di Indonesia yang menerima paparan matahari lebih banyak dari China. Menurutnya, hal itu perlu diteliti secara tersendiri.

“Tidak bisa (disimpulkan). Harus dilakukan uji tersendiri terkait pengaruh matahari (terhadap Covid-19),” ujar David kepada wartawan, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

David menuturkan cuaca secara umum mempengaruhi seseorang terkena penyakit. Dia berkata banyak orang yang sakit ketika musim dingin dari pada musim panas.

Akan tetapi, dia mengingatkan seseorang bisa tertular penyakit karena kondisi imun yang menurun. Selan itu, keberadaan seseorang di dalam ruang berpendingin udara juga bisa terpapar penyakit lebih cepat.

“Soal cuaca saya kira relatif ya. Memang ini (virus) bisa terjadi di cuaca-cuaca yang normal. Bahwa itu nanti virus mati karena cuaca itu saya tidak bisa jawab,” ujarnya.

“Yang jelas kalau di ruang terbuka lebih aman dari tertutup,” ujar David.

Lebih lanjut, David membeberkan dugaan mengapa banyak orang di China yang meninggal akibat Covid-19 dari pada orang di luar negara lain. Dia menuturkan banyaknya orang meninggal di China karena virus tersebut baru ketahui.

“Kenapa di lain tempat tidak, ya mungkin karena kalau menurut saya karena orang (di luar China) mulai berhati-hati menghindari orang-orang yang batuk dan kesadaran menggunakan masker itu maka kasusnya turun,” ujarnya.

Dalam jurnal yang baru dipublikasikan beberapa hari lalu, David menyebut penyebaran Covid-19 dipengaruhi oleh jumlah virus hingga lingkungan.