PBNU : Kunjungan Yahya Staquf ke Israel dalam Misi Perdamaian

PBNU : Kunjungan Yahya Staquf ke Israel dalam Misi Perdamaian

92
SHARE
PBNU

Majalahayah.com, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membantah adanya kerjasama antara pihaknya dengan Pemerintah Israel. Hal ini sendiri terkait kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joowi, Yahya C. Staquf yang juga Sekjen atau Katib Aam PB Nahdlatul Ulama, ke wilayah Palestina yang diduduki Zionis-Israel.

“Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel,” ujar Robikin Emhas, Ketua PBNU melalui rilis pers kepada awak media, Minggu (10/6/2018).

Baca juga :   Penyebab Gencatan Senjata di Gaza

“Kehadiran Gus Yahya Staquf adalah selaku pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU,” tambahnya.

Selain itu Robikin yakin kehadiran Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dunia, khususnya Israel bahwa Palestina adalah negara merdeka. Bukan sebaliknya.

“Setiap insan yang mencintai perdamaian mendambakan penyesesaian menyeluruh dan tuntas atas konflik Israel-Palestina,” tegasnya.

Baca juga :   PBNU Tolak Keras Kebijakan Full Day School

Dirinya menambahkan Konflik Israel-Palestina tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Menurutnya diperlukan semacam gagasan out of the book yang memberi harapan perdamaian bagi seluruh pihak secara adil.

“Boleh jadi Gus Yahya Staquf memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya,” pungkasnya.