Panglima Tentara Malaysia Jenderal Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin (kiri) bertemu Presiden Myanmar, Htin Kyaw (kanan), sumbe: AP

Majalahayah.com, Myanmar – Pasca unjuk rasa besar-besaran rakyat Malaysia di Stadion Titiwangsa, Kuala Lumpur, pada Minggu 4 Desember lalu, hubungan Myanmar-Malaysia jadi memburuk. Pasalnya dalam aksi yang dihadiri sekitar 20 Ribu orang dalam memprotes kekerasan militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya di wilayah Rakhine itu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, hadir bersama beberapa petinggi pemerintahan lainnya.

Dalam orasinya, Najib menuding Aung San Suu Kyi sebagai pemimpin partai mayoritas di parlemen dan penasihat negara Myanmar sudah lakukan pembersihan etnis atau genosida. “Kami ingin mengatakan kepada Aung San Suu Kyi, cukup sudah. Kita harus dan akan membela Muslim dan Islam. Dunia tidak bisa duduk dan melihat genosida terjadi,” tegas Najib.

Atas semakin memburuknya hubungan kedua negara itu, Panglima Tentara Malaysia, Jenderal Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin, belum lama ini akhirnya berkunjung ke Myanmar untuk bertemu langsung dengan Presiden Htin Kyaw di kediaman pribadinya di wilayah Naypyitaw, Myanmar. Mereka membicarakan terkait isu Rohingya yang membuat mendinginnya hubungan kedua negara.

Hal tersebut seperti dilaporkan Myanmar Times, yang menyebut pertemuan pada Senin 5 Desember itu bertujuan meredakan ketegangan pasca aksi protes PM Najib. Diharapkan dengan kunjungan Jenderal Zulkifeli bisa mencairkan ketegangan antara Myanmar-Malaysia. Seperti diketahui buntut dari memanasnya hubungan kedua negara ialah pemutusan kerjasama oleh Myanmar dalam pengiriman ribuan pekerjanya ke Malaysia.

Sebelumnya Jenderal Min Aung Hlaing selaku Panglima Tentara Myanmar telah menegaskan tidak ada pelanggaran hak asasi manusia yang telah mereka lakukan terhadap etnis muslim Rohingya. Min juga turut hadir dalam pertemuan di kediaman Presiden Myanmar Tersebut. Sementara Jenderal Zulkifeli sendiri akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Panglima Tentara Malaysia sekitar pertengahan bulan ini.