Para Tokoh Kebangsaan saat Konferensi Pers di Gedung Joang 45 (20/01/2017), foto: ysf/majalahayah.com

Majalahayah.com, Jakarta – Upaya para tokoh nasionalis kebangsaan dalam mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hukum, tampaknya mendapat dukungan banyak pihak. Diantara yang juga setuju yakni sejarahwan Batara Hutagalung.

“Pembukaan UUD 45 harus menjadi sumber hukum RI. Jadi kalo ada pasal yang bertentangan dengan sumber hukum itu harus dihapus,” ujarnya di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarra Pusat, Juma sore tadi (20/01/2017).

Menurut Batara, UUD hasil amandemen 2002 sangat neoliberal. Ia bersikukuh bahwa upaya pengembalian tersebut berarti peduli kebaikan bangsa.

“Jadi kalo ada upaya kembali ke UUD 1945, itu artinya merebut kembali kedaulatan rakyat. Kedaulatan kita harus kita rebut kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengatakan UUD 45 sudah dikhianati dan diobok-obok. “Sebelum Pancasila dan bhineka tunggal ika juga diobok-obok, mari kita rapatkan barisan,” serunya.

Kemudian mantan anggota DPR RI, Permadi, mengingatkan sudah berapa puluh gubernur yang ditangkap, serta berapa ratus bupati yang sudah ditangkap.

“Tinggal presiden saja,” celetuknya. Ia juga yakin bahwa penyebab semua hal itu ialah hasil amandemen UUD 2002.

“Penyebabnya adalah amandemen UUD 1945. yang makar adalah yang membuat amandemen UUD 1945,” ujarnya.