Pacaran Setelah Menikah vs Pacaran Dulu Baru Menikah

Pacaran Setelah Menikah vs Pacaran Dulu Baru Menikah

1048
SHARE
Ilustrasi grafis Pacaran Setelah Menikah vs Pacaran Dulu Baru Menikah. Sumber Tim Samara Academy
Ilustrasi grafis Pacaran Setelah Menikah vs Pacaran Dulu Baru Menikah. Sumber Tim Samara Academy

Oleh : Tim Samara Academy

Majalahayah.com – Hingga kalender Masehi sudah berumur 2018, obrolan pacaran setelah menikah tetap saja menarik untuk diikuti. Bagi sebagian anak jaman now, pacaran setelah menikah itu sudah jadi lifestyle tersendiri. Meski sebagian lainnya, masih terkungkung dalam frame “kalau mau menikah yaa pacaran dulu”

Bagi yang mengikuti madzhab pacaran dulu sebelum menikah beranggapan bahwa untuk memilih calon pendamping hidup yang sekali harus diketahui seluruh track record hidupnya. Apa saja kekurangan dan kelebihannya? Keluarganya seperti apa sampai urusan hobi, pekerjaan dan masa silamnya juga perlu untuk diketahui.

Harapannya, agar tidak seperti memilih buah dalam karung. Tidak melihat wujud fisiknya, tidak pernah ngobrol sebelumnya, tahu-tahu hidup satu atap seumur hidup. Sebelum terjadi penyesalan dikemudian hari, maka pacaran adalah cara terbaik untuk mengetahui calon pendamping hidup.

Baca juga :   Pendidikan Karakter, Membentuk Generasi Izzah, Bukan Imma'ah

Lalu, jika sudah saling mencoba semuanya, dicek satu persatu wujud fisiknya, dicari silsilah keluarganya, ditelusuri rekam jejak hidupnya, lokasi kerjanya ada dimana, pernah putus nyambung atau tidak, hobi dan masakan kesukaannya apa saja dan semua lahir batinnya sudah dikuasai. Tiba-tiba, pada satu titik tidak terjadi menikah dengan satu dua alasan. Apa reaksi kamu?

Dalam perkara ini, apakah berlaku ‘yang second lebih murah dari yang ori’? Jika tidak berlaku apa alasannya? Bukankah semua jiwa dan raga saat pacaran dikerahkan untuk mencuri perhatian pasangan? Minimal sudah pernah makan bareng, nonton bareng, ngajak jalan-jalan bareng sama pacar. Apakah itu semua salah?

Baca juga :   Siapakah yang Memperkenankan Doa Orang Kesulitan Apabila Ia Berdoa?

Sementara itu, jika memilih untuk pacaran setelah menikah alasannya tidak relevan lagi, sudah menikah kok, pacaran? Yaa nggak nikmat lagi. Betul begitukah?

Dari fenomena yang ada, kamu lebih condong yang mana? Supaya lebih mendalam objektivenya, ikuti Kuliah Tematik Pernikahan “Samara Academy“ di mulai pada 4 Februari 2018. Informasi lengkap pendaftaran klik http://shakaro.or.id/pendaftaran-samara-academy atau hubungi 081617170061 / 089653390485 (for akhwat) dan 085379900990 (for ikhwan).