Majalahayah.com – Usai tutup sementara akibat pendemi corona, kini pabrik mobil di Indonesia mulai beraktivitas lagi. Keputusan ini menyesuaikan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan menghadapi masa new normal.

Suzuki telah mengoperasikan pabrik namun secara bertahap sejak 26 Mei untuk memenuhi kebutuhan ekspor karena pasar internasional mulai berangsur pulih dari dampak pandemi.

Seiji Itayama, Presiden Direktur Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, menjelaskan, dari hanya pabrik Tambun II yang belum beroperasi. Pabrik lain di Cakung, Cikarang, dan Tambun I telah memulai aktivitas.

Tambun 2 merupakan lokasi produksi model untuk pasar domestik, seperti New Carry Pick Up, APV, dan Karimun Wagon R.

“Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali secara bertahap untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar internasional sudah mulai pulih pascapandemi Covid-19. Namun, pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan,” kata Itayama mengutip keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2020).

Suzuki mengatakan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawan dalam pengoperasian pabrik.

Daihatsu Indonesia mengatakan mulai memproduksi mobil per 3 Juni usai berhenti sejak 10 April . Aktivitas produksi ini juga hanya difokuskan untuk memenuhi permintaan ekspor.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan pabrik beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Dijelaskan Amelia, Daihatsu memastikan seluruh proses produksi sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19, seperti pengecekan suhu tubuh saat masuk area kerja, menjaga jarak antar karyawan minimal 1 m, pemberian dan penggunaan masker, membatasi jumlah karyawan dan waktu kerja di setiap area, serta peraturan lainnya yang diperlukan demi menjaga keamanan dan kesehatan karyawan.

“Walaupun pandemi Covid-19 belum selesai, roda perekonomian diharapkan terus berjalan dengan meminimalisir penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan banyak negara lain, aktivitas ekonomi dan publik telah dibuka secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan. Kami berharap, penerapan New Normal akan berdampak positif pada pasar mobil Indonesia,” kata Amelia.

Honda Prospect Motor (HPM) memastikan tetap menutup pabrik pada dua pekan pertama Juni. Pabrik Honda sudah setop produksi sejak 13 April.

Produksi mobil-mobil Honda belum dapat dilakukan karena pasar domestik yang lesu akibat Covid-19, sementara stok kendaraan masih banyak tersisia. Setelah dua pekan ke depan Honda bakal kembali mengevaluasi apakah pabrik dapat kembali produksi atau ditangguhkan.