Najelaa Shihab Minta Pendidik Ketahui Perbedaan Pemahaman dengan Pengetahuan

Najelaa Shihab Minta Pendidik Ketahui Perbedaan Pemahaman dengan Pengetahuan

114
SHARE
Foto : Ilustrasi anak cinta ilmu. Sumber www.pinterest.com

Majalahayah.com, Jakarta – Jenuh, ketika mendengar perubahan pendidikan. Menurut Najelaa Shihab, Selaku Psikolog mengatakan pentingnya pendidikan yang lebih baik sudah diwacanakan dan diusahakan sejak lama.

“Perubahan pendidikan tidak pernah berawal dari perubahan besar sistem, tapi justru dari perubahan-perubahan kecil yang terjadi di setiap kelas dan sekolah setiap hari,” ucapnya dalam buku SemuaMuridSemuaGuru bab 32.

Najelaa mempercayai perubahan pendidikan dimulai dari hal yang sederhana, yang sudah dipilih dan dipraktikan guru dan kepala sekolah.

“Kita perlu pandai membedakan cara karena banyak pilihan paradigma yang seolah mirip padahal mengantarkan ke tujuan yang bertentangan,” sapanya.

Baca juga :   Sambut Hardiknas, Tompi : Kurikulim Pendidikan di Indonesia Tidak Menyenangkan

Najelaa katakan, anak harus mengetahui perbedaan Pemahaman dengan Pengetahuan. Hal ini sering kali tujuan belajar mengajar hanya sekedar banyak tahu, dan mengulang banyak informasi saat ujian. Pada nyatanya, kompetensi masa depan adalah pemahaman yang mendalam.

“Orang yang paham punya sikap yang mendukung dan keterampilan yang cukup sehingga bisa bertindak tepat,” tambahnya.

Najelaa mencontohkan dari pelajaran sejarah, hampir semua murid hafal bahwa perang Diponegoro terjadi pada 1825-1830. Dan sebagian murid punya informasi menarik tentang serban dan kuda Diponegoro , namun Najelaa katakan jarang murid yang memahami bahwa setiap konflik ada perspektif berbeda.

Baca juga :   Forum Pemuda Indonesia Ingin Madrasah Tingkatkan Daya Saing di Era Mendatang

“Seperti halnya apa pandangan Belanda tentang perang ini, jarang juga yang memahami kaitan latar belakang kehidupan pribadi Diponegoro dengan apa yang diperjuangkan. Untuk sampai pada pemahaman inti, tau fakta saja tidak cukup,”  tukasnya.

Diakhir kata, Najelaa sampaikan, hanya bila tujuan belajar jelas, semua anak dan guru akan mampu menjawab mengapa ia perlu belajar atau mengajar topik tertentu dan apa manfaatnya untuk kehidupan.