Es Selendang Mayang. Foto : Majalahayah.com/DN

Majalahayah.com, Jakarta – Kesetiaan menekuni berwirausaha menjadikan penanaman buah pikir seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya. Secangkir es selendang mayang dihargai Rp 8000 memperoleh keuntungan paling manis sebesar Rp 350.000. Naik turunnya pendapatan tidak melunturkan semangat bapak Hafidh  dalam mendidik dan membiayai kehidupan tiga orang anak dan istrinya.

Kesetian bapak Hafidh yang akrab disapa bang Apid tiga tahun lalu dianugrahi seorang anak perempuan, kini diberi nama Mayang.

Nama mayang di ambil karena kebanggaan seorang ayah dalam menekuni usahanya.

“Waktu itu pas istri saya masih hamil, saya berencana memberi nama mayang untuk perempuan dan doger untuk laki-laki dan alhamdulillah diberi anak perempuan,” ujar bang apid sambil tertawa pada majalahayah.com (10/09/2017).

Kecintaan bang Apid bukan hanya pada usaha es selendang mayangnya saja, tetapi kecintaannya sudah mendarah daging pada budaya betawi seperti mencontohkan anak-anaknya dalam membantu berdagang menggunakan peci betawi yang dilengkapi simbol alat senjata golok khas betawi.

“Saya setiap berdagang selalu mengajarkan anakku untuk menggunakan peci betawi, ada filosofinya, kalau pemakaiannya lurus berarti lagi bekerja keras nah kalau dimiringi lagi santai,” tambahnya bang Apid sambil memangku anaknya.

Anak bang Apid ahli dalam melayani pelanggan yang menghampiri dagangan mereka. Laris manis setiap akhir pekan telah tiba keuntungan yang diraihpun lebih besar dari pada hari-hari saat orang bekerja.

“Memang kalau disini sabtu dan minggu ramai penggunjung, bisa habis satu napan. Kalau hari biasa cuma setengah nampan aja,” tutupnya.