Ilustrasi dua anak bermain. (Foto: Shutterstock)

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Prof Amany Lubis, menyatakan pengajaran rasa cinta lingkungan harus ditanamkan sejak anak dalam kandungan.

“Ibu harus meniatkan. Kita memberikan contoh pada anak kita sejak dari kandungan, dan ini kita niatkan untuk melestarikan lingkungan. Mencontohkan dengan perilaku, dan belajar berdialog dengan bayi,” kata Amany Lubis dalam tayangan Youtube Channel Eco Masjid, Kamis (09/07) malam.

Dia menegaskan, peran perempuan terhadap lingkungan sangat besar, tidak dibedakan dengan laki-laki. Namun menurutnya, perempuan lebih memiliki andil untuk menerapkan pola perilaku menjaga lingkungan hidup dimulai dari rumah dan pendidikan untuk keluarga.

“Peran perempuan menjadi lebih penting karena kan ada limbah domestik di dalam rumah, dimulai dari situ, maka kita sebagai ibu harus pandai dan paham betul mengelola sampah,” tambahnya.

Melalui pendidikan lingkungan hidup di dalam rumah, kata Prof Amany, nantinya akan tercipta anak-anak yang tumbuh dewasa dan ikut serta mencontoh perilaku melestarikan lingkungan hidup dengan caranya sendiri sesuai pada zamannya.

Amany juga menjelaskan untuk menghasilkan hal yang besar maka harus dimulai dari diri sendiri. Dia berharap setiap individu menjadikan alam ini sebagai ajang untuk bersyukur dan meningkatkan ketakwaan. Dengan begitu, maka tingkat kerusakan yang akan ditimbulkan akan semakin berkurang.

Untuk memulai langkah kecil, ujarnya, perempuan memiliki peran dimulai dari rumah. Dengan mulai menciptakan pekarangan yang sejuk dan hijau untuk bisa menjadi paru-paru keluarga di dalam rumah.

“Perempuan punya peran penting disini, dimana bisa dimulai dari mencintai pekarangan rumah sendiri. Kita hijaukan, kita rawat, dan jadikan pekarangan rumah sebagai tempat yang sejuk, hijau, dan indah,” tuturnya.