(Foto: muhammadiyah.or.id)

Majalahayah.com, Jakarta – kurun waktu dua pekan kondisi Gunung Agung masih berstatus awas, level 4. Hal tersebut menjadikan masyarakat yang tinggal di radius 12 kilometer dari Gunung Agung wajib mengungsi di posko pengungisan.

Distatusnya yang sedang awas, Muhammadiyah memberi bantuan logistik melalui Lembaga Amal Zakat Infaq, Sadaqah muhammadiyah (Lazimu), dan Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) untuk para pengungsi Gunung Agung kabupaten  Karangasem.

“Saat ini Lazismu telah mengirimkan satu truk logistik ke posko layanan yang didirikan oleh relawan MDMC di pasar seni Manggis diantaranya berupa selimut, beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan alat mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang dihimpun oleh Lazismu Kabupaten Jembrana dan Lazismu Kabupaten Gianyar,” ujar Subro Mulissyi Ketua Lazismu Bali dilansir melalui muhammadiyah.or.id

Bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa logistik, akan tetapi ada tiga hal yang harus diperhatikan akibat erupsi gunung agung yang berkepanjangan. Mulissyi menambahkan yang menjadi titik fokus pendampingan Muhammadiyah Bali yaitu pembinaan mental, pembinaan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa.

“Hal ini dilakukan dengan menurunkan para psikolog serta team medis Muhammadiyah, yang bertugas setiap hari keliling dari posko ke posko untuk memberikan pendampingan, trauma healing serta pemeriksaan kesehatan para pengungsi,” jelasnya.

Pembinaan ini, melibatkan guru-guru TK ‘Aisiyah dan guru SD se-Bali, komite sekolah Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan organisasi otonom.

Selain itu, Mulissyi mengatakan Muhammadiyah juga memfasilitasi transportasi untuk proses belajar mengajar para anak-anak pengungsi, mulai dari SD hingga tingkat SMA. “Kami juga menyediakan tarnsportasi bagi anak-anak untuk berangkat pergi ke sekolah dan pulang dari sekolah,” tutupnya