valentino rossi. Foto : moto7.net

Majalahayah.com, Jakarta – Tak ada yang lebih kecewa dari para pembalap yamaha terhadap berita dibatalkannya balapan Losail, Qatar ataupun Buriram, Thailand. Kekecewaan ini dilayangkan Rossi dan Vinales yang mengatakan berpotensi besar meraih hasil baik di sana.

Terutama Vinales, ia merasa siap tempur dan sangat kuat di Qatar. Potensi menang didepan mata namun semuanya seperti menguap.

“Sangat disayangkan GP Qatar telah dibatalkan dan GP Thailand ditunda disaat kami sangat kuat disana (Losail). Apalagi aku sangat menyukai trek ini…” keluh Vinales Seperti yang kita semua tahu, Motogp Qatar resmi dibatalkan oleh Dorna.

Sementara Thailand juga dibatalkan dibulan ini dan sedang dipertimbangkan untuk dialihkan diakhir musim. Soal ini memang belum pasti mengingat penundaan event besar Motogp tidaklah mudah. Kondisi ini membuat para pembalap Yamaha kecewa. Mereka merasa siap tempur dan tidak sabar membalap namun disaat yang sama mereka harus menelan pil pahit.

“Jelas benar-benar berita buruk. Sayang sekali… Setelah menjalani latihan musim dingin, kami siap tempur, baik fisik maupun psikologis. Setelah tes Qatar aku sudah nggak sabar untuk membalap. Tapi semua berubah. Pembatalan kelas MotoGP Qatar adalah kabar yang sulit kita terima, juga bagi para fans karena sekarang kita tidak tahu berapa lama kita harus menunggu sebelum kita bisa mulai balap. Sepertinya akan lama mengingat GP berikutnya di Thailand juga ditunda untuk semua kelas. Aku berharap ada perkembangan positif dalam beberapa minggu ke depan….” seru Vale via Crash

Senada dengan Rossi, Vinales juga sangat kecewa. Mungkin doi adalah rider yang paling kecewa sebab sukses menjadi pembalap terkencang di Losail namun harus membuang ambisi juara di Qatar.

“Sangat disayangkan GP Qatar telah dibatalkan dan GP Thailand ditunda disaat kami sangat kuat disana (Losail). Apalagi aku sangat menyukai trek ini. Kami menyelesaikan tes Qatar dengan perasaan yang sangat positif sehingga aku tidak sabar untuk balapan pertama. Tapi aku sepenuhnya memahami situasi kritis yang kita alami dengan virus corona….” seru Vinales.

Manajer tim Yamaha Racing Massimo Meregalli juga angkat bicara soal virus Korona. Sebenarnya Dorna dan FIM sudah mencoba beberapa alternatif untuk terus mendorong Motogp. Namun kebijakan pemerintah Qatar yang harus mengisolasi selama 14 hari bagi para pendatang Italia dan Jepang membuat keinginan tersebut musnah.

“ Tentu saja kami semua sangat kecewa tidak dapat memulai balapan akhir pekan ini. Tapi FIM, IRTA, dan Dorna tidak punya pilihan.

“Seandainya mereka mempertahankan kelas MotoGP untuk GP Qatar maka sebagian besar tim kami di paddock tidak bisa hadir dilokasi karena harus disolasi selama 14 hari. Tentu ini adalah masalah besar…mulai dari logistik termasuk pembalap nggak bisa turun balap. So….keputusan untuk membatalkan kelas MotoGP adalah pilihan terakhir. Termasuk penundaan GP Thailand karena datang dari pemerintah Thailand. Meluasnya penyebaran virus Corona harus ditanggapi dengan sangat serius.

” Semua tidak suka kehilangan dua race pertama. Tetapi kita semua sepakat bahwa kesehatan dan keselamatan harus selalu didahulukan. Sebagai tim, kami menghormati keputusan ini dan berharap untuk segera kembali beraksi…” tutup Meregalli.