The Waymo driverless car is displayed during a Google event Tuesday, Dec. 13, 2016, in San Francisco. The self-driving car project that Google started seven years ago has grown into a company called Waymo. The new identity announced Tuesday marks another step in an effort to revolutionize the way people get around. Instead of driving themselves, people will be chauffeured in robot-controlled vehicles if Waymo, automakers and ride-hailing service Uber realize their vision within the next few years. (AP Photo/Eric Risberg)

Majalahayah.com, Jakarta – perusahaan pengembangan mobil tanpa awak di bawah naungan Alphabet yang notabene adalah induk dari perusahaan internet terbesar Google, hendak merilis layanan ride-sharing serupa Uber dan Grab. Bedanya, semua mobil operasionalnya tak memerlukan sopir alias driveless.

Menurut sumber dalam, ide ini bakal direalisasikan paling cepat sekitar awal 2018 nanti. Namun ada beberapa masalah yang masih harus diperbaiki.

Salah satu masalah paling besar terletak pada sisi software. Mobil tanpa awak Waymo sulit belok ke kiri ketika tak ada panah hijau penunjuk di jalanan. Informasi ini didapat dari orang dalam Waymo yang enggan jika identitasnya disebut.

Selama 1,5 tahun belakangan, mobil tanpa awak Waymo kabarnya dipaksa berhenti membuat software untuk belok kiri otomatis, sebab dinilai belum cukup aman. Terlepas dari simpang-siur tersebut, Waymo sesumbar mobil tanpa awaknya sedang dalam tahap uji coba publik di wilayah sub-urban Phoenix, Arizona, Amerika Serikat.

“Di sudut South Longmore Street dan West Southern Avenue di Mesa, Arizona, ada tanda panah kuning yang berkedip-kedip untuk memperbolehkan mobil belok kiri,” begitu tercantum pada blog resmi Waymo.

“Navigasi ke kiri pada sebuah persimpangan menjadi rumit, bukan hanya untuk mobil otomatis tapi juga bahkan bagi mobil yang dikendarai manusia,” blog tersebut menambahkan.

Tantangan Waymo lainnya sebagai mobil otomatis adalah masuk ke mall dan area-area lain yang yang tak teridentifikasi pada sensor. Di samping itu, ada juga masalah dari segi politik perusahaan, sebagaimana diberitakan oleh TheInformation.

Setidaknya tiga pekerja Waymo yang mengatakan terjadi gesekan antara Head of Software Programming Waymo, Dmitri Dolgov, dengan CEO Waymo, John Krafcik. Menurut penuturan sumber dalam, Dmitri Dolgov terang-terangan mengatakan John Krafcik memiliki pengetahuan yang terbatas soal teknis mobil tanpa awak.

Seberapa cepat masalah-masalah ini diatasi? Tak ada yang bisa memastikan. Yang jelas, mobil tanpa awak sebagai layanan ride-sharing agaknya bakal menjadi tren. Uber dan Lyft saat ini juga mengembangkan teknologi serupa.