MIUMI Minta Insiden Penembakan Tidak Surutkan Animo Umat Islam ke Masjid

MIUMI Minta Insiden Penembakan Tidak Surutkan Animo Umat Islam ke Masjid

131
0
SHARE
Bachtiar Nasir Sekjen MIUMI (Foto : Bersamaislam)

Majalahayah.com, Jakarta – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengutuk aksi penembakan brutal di Mesjid An-Nur, Christchurch, Selandia Baru.

“Sebagai bagian dari negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, MIUMI mengutuk pembantaian di Masjid An-Nur, Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) yang dilakukan oleh para teroris biadab,” kata Sekjen MIUMI, Ustad Bachtiar Nasir (UBN) di Hotel Balaiirung, Matraman, Jakarta Timur. Jumat (15/3/2019).

Menurut UBN, penyerangan yang menelan puluhan korban itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi antar umat beragama dan perdamaian dunia.

“Untuk itu MIUMI menuntut kepada pemerintah New Zealand untuk mengusut dengan cepat dan tuntas serta menangkap dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku,” kata dia.

MIUMI juga mendesak pemerintah Indonesia menuntut pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan secara sungguh-sungguh, terutama keamanan umat Islam di Selandia Baru dari tindakan biadab teroris.

“MIUMI menyampaikan kepada dunia bahwa teror yang terjadi tidak akan menghentikan semangat umat Islam untuk mendatangi masjid dan animo orang Iain untuk memeluk agama Islam,” ujarnya

Kemudian, UBN menghimbau umat Islam seluruh dunia untuk tetap melaksanakan salat berjamaah di masjid-masjid tanpa rasa takut sedikitpun dengan tetap waspada.

“Peristiwa ini memberikan pesan kepada dunia bahwa keberadaan umat Islam yang berjumlah mayoritas selalu menjadi pengayom dan mengedepankan toleransi, tetapi sebaliknya jika posisinya minoritas selalu menjadi sasaran kezaliman,” ucapnya.

Untuk itu. UBN juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia dan dunia untuk tidak terpancing atas tindakan biadab yang dilakukan oleh para teroris internasional.

“Mengimbau kepada umat Islam dunia untuk tidak melakukan tindakan balasan kepada umat lain yang tidak terlibat dan agar menyerahkan urusan ini kepada otoritas atau pihak yang berwenang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY