Home Kabar Minta Daftar Nama dan Alamat Penceramah, Ketua STIEAD Geram Aparat Masuk Kampus

Minta Daftar Nama dan Alamat Penceramah, Ketua STIEAD Geram Aparat Masuk Kampus

207

Majalahayah.com, Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan Jakarta (STIEAD) digegerkan dengan kedatangan aparat keamanan dari jajaran TNI dan Polri di Kampus C STIEAD.

“Sebagai penanggung jawab kampus, saya tidak terima jika ada perlakuan aparat keamanan masuk ke kampus,” tegas Ketua STEIAD Mukhaer Pakkanna pada keterangan tertulisnya, Sabtu (07/04/2018).
Mukhaer Pakkanna yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) mempertanyakan maksud di balik kedatangan oknum aparat tersebut.
Terlebih, maksud kedatangan para aparat tersebut untuk meminta daftar nama beserta alamat penceramah dan dosen STEIAD.
“Tentu secara tegas kami tidak memberikan dan tidak menerima perlakuan itu. Pihak aparat dari kedua institusi itu pun pamit balik. Yang menjadi pertanyaan, apa urusan kedua institusi itu masuk kampus? Apa aparat itu hadir ke kampus atas perintah? Apakah Kapolri dan Panglima TNI memang punya program sweeping ke kampus? Apakah bangsa kita jelang Pemilu dan Pilpres sudah terjebak dengan gaya otoritarian? Saya bersumpah, tidak menerima perlakuan itu,” ucapnya.
Awalnya pihak Babinsa Danramil Kota Tangerang yang bertamu dan meminta nama-nama dosen dan alamatnya.
Kemudian di waktu berbeda, aparat dari Binamas Polsek Jatiuwung Kota Tangerang juga meminta  pihak kampus agar menyerahkan daftar penceramah dan isi khotbah masing-masing khatib.
Mukhaer mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap anggota TNI dan Polri yang datang ke kampusnya.
“Di negara-negara komunis dan otoriter lazimnya aparat negara melakukan sweeping terhadap materi isi ceramah. Apakag pemerintah kita jelang pemilu dan pilpres sudah terjebak dengan gaya otoritarian? Saya bersumpah, tidak menerima perlakuan itu,” pungkasnya.