Majalahayah.com, Jakarta – Dua tahun lalu, Indonesia dan Thailand mengumumkan bakal mencalonkan diri bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Kini muncul ide besar agar 10 negara anggota Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) berjuang bersama menjadi tuan rumah turnamen terakbar di dunia sepak bola tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyambut positif langkah tersebut. Dia bilang, bisa dibayangkan bila hanya Malaysia saja yang mengajukan diri maka dipastikan hal tersebut sulit dilakukan.

“Kami merasa jika mengajukan sendiri-sendiri, kami tidak akan punya peluang untuk menggelar Piala Dunia. Tapi mungkin jika bersama-masing kami akan sanggup menggelar Piala Dunia,” kata Mahathir seperti dikutip Bernama melalui jaringan kantor berita Asia Pasifik (OANA), (23/6/2019) Antaranews.

Tahun lalu Sultan Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, yang pernah menjadi anggota komite eksekutif FIFA, mengatakan bahwa Malaysia menjadi bagian dari pencalonan bersama ASEAN untuk menggelar pesta sepak bola sejagat itu.

“Tentu, pertandingan bisa dilakukan di semua negara-negara ASEAN seperti halnya ketika Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002,” kata Mahathir kepada media Malaysia seusai kembali dari Bangkok.

“Kami menyambut baik harapan ASEAN untuk membangun kerja sama dalam mengikuti penawaran bersama menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA,” kata pernyataan bersama.

“Kami juga mendukung usaha-usaha asosiasi sepak bola negara-negara ASEAN dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) untuk mewujudkan usulan tersebut,” imbuh pernyataan bersama itu.

Informasi dari Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai menunjukkan bahwa para menteri luar negeri ASEAN sepakat meluncurkan kerja sama penawaran bersama sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.

Saat ini, Ketua KTT ASEAN dijabat oleh Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

ASEAN beranggotakan 10 negara di kawasan Asia Tenggara yakni Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Filipina.