Menteri Yohana : Anak yang Tidak Gunakan Gawai Usianya Bisa Sampai 100...

Menteri Yohana : Anak yang Tidak Gunakan Gawai Usianya Bisa Sampai 100 Tahun

172
0
SHARE
KPPPA

Majalahayah.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara menghimbau agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak terlebih bagi anak-anak. Hal ini dikarenakan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) dapat melihat apa saja yang tercurahkan oleh masyarakat meskipun pengguna sosial media sudah menghapus di postingan di ponselnya.

“Media sosial sudah mencatat, seumur-umur gabisa dihapus meskipun diposel sudah terhapus tapi tidak di Kominfo. Makanya postinglah hal-hal yang positif, jika nanti sudah 10 tahun kedepan kita bisa tau bahwa selama ini mencatat yang baik-baik,” ujarnya saat ditemui di Wisma Antara, Jakarta Pusat.

Keterlibatan gawai berserta internet dalam dunia anakpun dinilai tak pantas, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yasimbe sampaikan anak pantas menggunakan gawai saat menginjak usia 14 tahun. Hal ini ia selaraskan dengan pendapat para pimpinan perusahaan seperti Bill Gates, CEO dari Microsoft dan perusahaan asal Amerika Serikat.

“Gawai bisa berbahaya jika anak-anak sudah aktid menggunakannya, bisa merusak konsentrasi, kesehatannya tidak terjamin berbeda dengan anak yang tidak menggunakan gawai itu dipastikan umurnya bisa lebih panjang, mereka bisa hidup 100 tahun, daya nalarnya lebih kuat dan kesehatannya lebih terjamin,” ujar Mama Yo saat memberikan Talk Show di acara Internetku Baik, Internetku Asik di Jakarta (26/07/2018).

Tak hanya sekedar itu, anak yang aktif menggunakan gawai, Mama Yo jelaskan, membuat daya berpikir kritis dan analisisnya berkurang serta dalam pemecahan masalah tak mampu diselesaikan.

“Anak-anak harus rajin membaca buku jangan sampai ketergantungan dengan gawai, buku sangat penting dari pada internet hal ini bisa menggangu syaraf di otak,” tegasnya.

Pernyataan tersebut bukan berarti melarang anak untuk menggunakan teknologi digital, Mama Yo tegaskan harus ada batasannya.

“Ada saatnya kita menggunakannya, ada saatnya kita tidak menggunakannya sama sekali, misalnya saat bersama orang tua, keluarga, teman-teman,”

Diakhir penyampaiannya, Mama Yo himbau bagi para orang tua dan guru agar menjaga anak-anak supaya tidak terlibat konten negatif dari gawai. Hal ini disampaikan sebab sudah tercatat 500.000 akun pengguna anak di cybercrime berserta lokasinya saat mendownload film pornografi.

“8 jam anak berada disekolah dan setelah pulang adalah tanggung jawab orang tua untuk mengkontrol, guru-guru dan orang yua harus lebih kreatif lagi agar anak Indonesia tidak tergantung dengan gawai,” tukasnya.

LEAVE A REPLY