Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis memberi kesaksian kepada Komite Armed Services House mengenai "Strategi Pertahanan Nasional dan Tinjau Ulang Nuklir Nuklir" di Capitol Hill di Washington, AS, 6 Februari 2018. (Foto: Reuters)

Majalahayah.com, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mendesak sekutu Eropa pada hari Rabu untuk  berjanji meningkatkan anggaran militer, karena Amerika Serikat menawarkan peningkatan dalam pengeluaran pertahanannya sendiri di Eropa.

Untuk pertama kalinya, dilansir dari Reuters negara-negara NATO telah mengajukan rencana untuk menunjukkan bagaimana mereka akan mencapai target menghabiskan 2 persen output ekonomi untuk pertahanan setiap tahun pada tahun 2024, setelah Trump mengancam menarik dukungan AS untuk sekutu yang tidak sepakat.

Lima belas dari 28 negara, tidak termasuk Amerika Serikat, sekarang memiliki strategi untuk memenuhi patokan NATO yang pertama kali disepakati pada tahun 2014 sebagai tanggapan atas aneksasi Rusia terhadap wilayah Krimea di Ukraina, setelah bertahun-tahun mengalami pemotongan anggaran pertahanan Eropa.

Tidak jelas apakah itu akan cukup untuk mengesankan Presiden AS, Donald Trump saat dia menghadiri pertemuan puncak NATO pada bulan Juli.

Sementara Prancis, berencana untuk meningkatkan belanja pertahanan lebih dari sepertiga antara 2017 dan 2025. Namun Spanyol telah mengatakan tidak akan memenuhi target 2024, begitu juga Belgia dan Italia.

Disisi lain, peningkatan yang diprakirakan jutaan euro di Jerman tidak akan cukup untuk membawa Berlin naik hingga 2 persen pada 2024.

Mattis diperkirakan akan bersikap keras, menurut Katie Wheelbarger, deputi asisten menteri pertahanan AS untuk urusan keamanan internasional.

“Dia akan berbicara kepada mereka yang tidak memiliki rencana nasional untuk memenuhi 2 persen dan menyarankan mereka benar-benar perlu mengembangkan rencana tersebut,” katanya.