Majalahayah.com, Banten – Kabupaten Lebak merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terdampak bencana hebat akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada awal tahun 2020. Untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, menyapa dan memberikan bingkisan untuk anak-anak korban bencana sekaligus meresmikan Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Lebak, Banten.

“Mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), saya berikan apresiasi setinggi-tingkat atas langkah evakuasi dan perlindungan pasca bencana yang dilakukan banyak pihak, seperti BASARNAS, BNPB, TNI, Polri, Kementerian Sosial, Pemda, dan masyarakat yang telah memprioritaskan Anak, perempuan, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas dalam penyediaan kebutuhan dasar saat penanggulangan bencana di Lebak, Banten, ”ungkap Menteri Bintang saat membahas para korban bencana di Dodiklatpur Rindam III Siliwangi, Kabupaten Lebak, Banten.

Data BNPB menunjukkan 6 kecamatan dan 30 desa di Lebak terdampak bencana. Akibat hal ini, dihapus 9 orang meninggal, 2 orang hilang, dan 16.163 warga harus mengungsi ke 8 titik pengungsian. “Di Posko ini, kami menerima ada 643 jiwa pengungsi yang terdiri dari 320 perempuan, 40 anak usia Balita, 144 anak usia 6-17 tahun dan 48 orang lansia. Meskipun Kemen PPPA bukan kementerian teknis yang dapat memberikan bantuan logistik dalam jumlah besar, namun kami menerima di sini untuk memastikan terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak-anak dengan baik dalam penanggulangan bencana di Lebak, ”tutur Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga menyampaikan duka cita atas dan membantu prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat di Lebak. “Semoga saudara-saudara dan anak-anakku diberikan sekabahan, keikhlasan dan kekuatan untuk kembali dari bencana ini. Tetap semangat, semoga bencana tidak terjadi lagi dan kita semua selalu dalam lindungan Tuhan, amin, ”tutur Menteri Bintang.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak menunjukkan ada 19 bangunan sekolah yang rusak berat dan berhasil 1,253 siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar. “Meski begitu, anak-anakku masih semangat untuk belajar kan ?,” tanya Menteri Bintang kepada anak-anak korban bencana di lokasi pengungsian.

 “Semangaaat,” jawab anak-anak di lokasi pengungsian dengan antusias. 

Lebih lanjut Menteri Bintang juga berpesan kepada anak-anak korban bencana yang tidak dapat kembali belajar di sekolah asal mereka untuk dapat belajar di sekolah darurat atau dimanapun yang memungkinkan. 

“Kalian adalah generasi penerus dan harapan bangsa, biar sekolah merupakan hal yang penting dan hak utama kalian,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang tidak lupa mengajak masyarakat di Lebak untuk ikut menyelamatkan bumi dan lingkungan dengan hidup hemat serta menghemat energi. “Menghilangkan sampah sembarangan yang bisa menutup saluran udara sebagai penyebab banjir. Hindari menebang hutan tanpa bantuan reboisasi untuk menghindari tanah longsor dan banjir bandang akibat hujan. Hal-hal kecil yang harus kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Mari kita jaga alam, maka dengan begitu alam akan tetap kita, ”jelas Menteri Bintang.

Menutup rangkaian kunjungan, Menteri Bintang meresmikan Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA). PRPA ini menyusun wadah untuk memberikan rasa aman baik secara fisik maupun psikologis untuk perempuan dan anak-anak yang menyediakan layanan pengaduan, psikososial, dan dukungan khusus. “Masyarakat dapat mengunjungi PRPA di 3 (tiga) lokasi yaitu Dodiklatpur Rindam III Siliwangi Kabupaten Lebak; Kantor Dinas PPPA Kabupaten Lebak; dan Kantor P2TP2A Kabupaten Lebak, ”ungkap Menteri Bintang.

Ke depan, Menteri Bintang juga menuturkan akan mendampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mendapatkan data terpilah yang tepat terkait perempuan dan anak terdampak bencana. Serta memberikan pelatihan peningkatan keahlian sesuai dengan minat dan potensi perempuan di lokasi pengeluaran untuk penguatan pemberdayaan ekonomi mereka. “Kemen PPPA tentu tidak dapat melakukan hal ini sendiri, kami akan bersinergi dengan Kementerian / Lembaga (K / L) terkait, seperti Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemen KUKM), dan Kementerian BUMN,” tambah Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga memberikan apresiasi kepada Forum Anak, P2TP2A, PATBM, PMI, Sakti Peksos, Polwan yang hadir dan bergandengan tangan membantu Kemen PPPA dalam menangani bencana di Lebak, Banten. “Selain logistik, kami juga akan mengoordinasikan hak anak lain yang harus segera dikirim pasca bencana, seperti dimulainya segera kegiatan belajar mengajar, pengasuhan alternatif untuk anak-anak yang kehilangan orang tua, dan mentransfer dokumen penting seperti akta kelahiran, rapor dan ijazah yang dibeli. Terkait hal ini kami akan menggandeng Forum Anak untuk mendapatkan hak-hak anak korban bencana terpenuhi, ”tutup Menteri Bintang.