Ilustrasi Ekspor - Impor. (Foto: ragdollragdelight)

Majalahayah.com, Terkait langkah pemerintah AS yang melakukan review pemberlakuan tarif khusus untuk produk Indonesia, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto meyakinkan bahwa hal tersebut bukanlah merupakan ancaman dari perang dagang.

Menurutnya, hal tersebut hanya program rutin pemerintah AS dalam menyikapi kondisi neraca perdagangan. “Dengan di-review-nya GSP Indonesia, tak berarti ada masalah perdagangan antara kedua negara,” cuit Airlangga dalam akun twitter pribadinya @Airlangga_4G.

Menteri Perindustrian itu juga menyatakan pemerintah sedang melakukan kajian kepada sektor usaha yang bisa diberikan insentif tambahan agar mampu lebih berkontribusi pada ekspor nasional.

Sebagai tindak lanjut mengantisipasi dan meminimalisir resiko perang dagang, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan terus meneliti berbagai kemungkinan sepanjang semester II/2018.

Dalam enam bulan pertama, lanjut Airlangga, pemerintah akan menerbitkan instrumen untuk membantu mengurang tekanan perang dagang.

Pemerintah berharap, lanjut cuit Airlangga yang menjelaskan terkait upaya peningkatan ekspor untuk adanya daya tahan industri dan pelaku usaha disituasi ekonomi seperti sekarang ini.

“Pemerintah akan melakukan optimalisasi di tool fiskal, baik berupa bea keluar, bea masuk maupun harmonisasi bea masuk itu sendiri. Gunanya agar industri nasional mempunyai daya saing dan tetap mampu melakukan ekspor,” paparnya.